Hari Ini Bogor Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di 3 Sekolah
Selasa, 28 September 2021 - 05:23 WIB
loading...
Pemkot Bogor akan menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) tiga sekolah di Kota Bogor pada Selasa (28/9/2021).Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
BOGOR - Pemkot Bogor akan menggelar simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tiga sekolah di Kota Bogor pada Selasa (28/9/2021). Ketiga sekolah yang terpilih itu yakni SMPN 5, SMP PGRI 5 dan Boarding School Bintang Pelajar.
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, simulasi ini sebagai langkah mematangkan rencana PTM serentak awal pekan depan. Pada dasarnya, Pemkot Bogor sempat menunda karena ingin memastikan kesiapan protokol kesehatan dan lainnya.
"Penundaan PTM didasarkan prinsip kehati-hatian dan betul-betul bisa tetap dibuktikan di lapangan dengan sistem surveilans yang kuat dan berjalan," kata Bima, dalam keterangannya, Senin (27/9/2021).
Saat ini, lanjut Bima, berdasarkan kondisi yang berkembang terkait PTM, ada opini yang tidak tepat mengenai penamaan klaster di sekolah. Padahal, belum tentu terpapar di sekolah saat PTM atau bisa juga karena akumulasi dari kasus-kasus lama.
"Karena itu dibutuhkan sistem surveilans yang betul kuat dan komunikasi yang terjalin pun harus canggih dengan melibatkan semua pihak terkait, mulai dari sekolah, guru, pengawas hingga komite," tegasnya.
Selain itu, Bima meminta langkah-langkah antisipasi dipersiapkan. Jika ada anak yang tidak masuk satu hari, sistem langsung bekerja proaktif mengecek kesehatan dan diswab oleh Dinkes atau Puskesmas.
"Jika hasilnya positif (Covid-19), cek kontak erat dan kelasnya dihentikan dulu. Menurut saya ini kuncinya dan surveilans ini harus memastikannya, apakah dari sekolah atau bukan," ungkap Bima. Baca: Mulai Hari Ini, 5 Sekolah di Kepulauan Seribu Gelar PTM Terbatas Tahap II
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, simulasi ini sebagai langkah mematangkan rencana PTM serentak awal pekan depan. Pada dasarnya, Pemkot Bogor sempat menunda karena ingin memastikan kesiapan protokol kesehatan dan lainnya.
"Penundaan PTM didasarkan prinsip kehati-hatian dan betul-betul bisa tetap dibuktikan di lapangan dengan sistem surveilans yang kuat dan berjalan," kata Bima, dalam keterangannya, Senin (27/9/2021).
Saat ini, lanjut Bima, berdasarkan kondisi yang berkembang terkait PTM, ada opini yang tidak tepat mengenai penamaan klaster di sekolah. Padahal, belum tentu terpapar di sekolah saat PTM atau bisa juga karena akumulasi dari kasus-kasus lama.
"Karena itu dibutuhkan sistem surveilans yang betul kuat dan komunikasi yang terjalin pun harus canggih dengan melibatkan semua pihak terkait, mulai dari sekolah, guru, pengawas hingga komite," tegasnya.
Selain itu, Bima meminta langkah-langkah antisipasi dipersiapkan. Jika ada anak yang tidak masuk satu hari, sistem langsung bekerja proaktif mengecek kesehatan dan diswab oleh Dinkes atau Puskesmas.
"Jika hasilnya positif (Covid-19), cek kontak erat dan kelasnya dihentikan dulu. Menurut saya ini kuncinya dan surveilans ini harus memastikannya, apakah dari sekolah atau bukan," ungkap Bima. Baca: Mulai Hari Ini, 5 Sekolah di Kepulauan Seribu Gelar PTM Terbatas Tahap II
Lihat Juga :