Tronton Tabrak Rumah Warga Diduga Pemicu Aksi Blokade Jalan di Legok Tangerang

Minggu, 26 September 2021 - 21:37 WIB
loading...
Tronton Tabrak Rumah...
Kejadian truk tronton menabrak rumah warga pada Rabu 22 September 2021. Foto: Ist
A A A
TANGERANG - Aksi protes warga Legok, Kabupaten Tangerang , terhadap keberadaan truk pengangkut tanah merupakan buntut dari rentetan peristiwa sebelumnya. Salah satunya kejadian truk tronton menabrak rumah warga.

Kemarahan warga memuncak pada Sabtu 25 September 2021 malam setelah kejadian truk tronton menabrak rumah warga pada Rabu 22 September 2021.

Baca juga: Protes Kendaraan Berat Melintas, Warga Timpuki Truk dan Bakar Ban

Dalam peristiwa itu, rumah warga mengalami kerusakan parah berikut kendaraannya akibat ditabrak truk tronton. Saat itu pemilik rumah secara spontan memukul sopir truk tronton.

"Tetapi saat malam itu juga terjadi kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Pemilik kendaraan memberikan uang ganti rugi kepada korban," ujarKepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang Agus Suryana kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).

Dalam kejadian itu, kata Agus, rumah warga dan dua unit kendaraan milik pemilik rumah juga rusak. Saat itu masalah dianggap telah selesai. Tetapi ternyata kejadian itu berujung ke pihak kepolisian buntut dari pemukulan terhadap sopir truk.

"Keesokan harinya pemilik rumah atas nama Taufik Hidayat dipanggil ke Polsek Legok untuk dimintai keterangan terkait dugaan pemukulan kepada Miskari, sopir tronton saat kecelakaan," ungkapnya.

Baca juga: Kesal Truk Tanah Parkir Sembarangan, Warga Legok Tangerang Blokade Jalan

Agus pun menduga hal inilah yan memicu aksi spontan warga melakukan aksi demo memblokade Jalan Raya Parung Panjang, hingga berakhir dengan vandalisme di Pos Pantau Dishub Tangerang.

Tronton Tabrak Rumah Warga Diduga Pemicu Aksi Blokade Jalan di Legok Tangerang


Sakri, salah seorang warga Legok mengatakan, warga kesal dengan oknum anggota Dishub Kabupaten Tangerang yang melakukan pungli sebesar Rp20 ribu kepada setiap truk yang ingin melintas di luar jam operasional.

"Jadi ada info yang beredar di lapangan, ada juga oknum Dishub Kabupaten Tangerang yang membiarkan truk melintas. Jadi kalau bayar Rp20 ribu boleh lewat. Yang minta warga, setoran ke Dishub," katanya.

Lantaran kesal, warga pun secara spontan melakukan aksi coret-coret di Pos Pantau Dishub Kabupaten Tangerang itu. Mereka mencoret-coret Pos Pantau itu dengan tulisan Pos Pungli, menggunakan cat semprot.

"Mungkin, karena sudah terlalu kecewa dan emosi. Aksi spontanitas saja, tidak pakai nama paguyuban," bebernya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Protes Pedesaan China...
Protes Pedesaan China Melonjak Tajam di Tengah Tekanan Ekonomi
Kemenag Padukan Prisma...
Kemenag Padukan Prisma Umat Dalam Pengelolaan Dana Paramita
Dikudeta Militer dan...
Dikudeta Militer dan Didemo Gen Z, Presiden Madagaskar Melarikan Diri ke Prancis
Rekomendasi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved