Keren! FTI UII Olah Limbah Masker Jadi Bahan Bakar Minyak

Jum'at, 24 September 2021 - 14:21 WIB
loading...
Keren! FTI UII Olah...
Peneliti Prodi Teknik Kimia FTI UII mengolah limbah masker jadi bahan bakar alternatif. Foto Dok FTI UII
A A A
SLEMAN - Dosen dan mahasiswa program studi (Prodi) Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta berhasil mengolah limbah masker menjadi bahan bakar minyak (BBM). Selain menjadi bahan bakar alternatif, pengolahan ini juga mencegah pencemaran lingkungan.

Mereka terdiri dari Arif Hidayat (Dosen Prodi Teknik Kimia FTI UII), Guntur Marthabaya, Fathur Rizki Novriadi, Sidiq Ikhwanul Hakim, dan Faizal Sultan Widarsani (mahasiswa Prodi Teknik Kimia FTI UII). Baca juga: Dorong Percepatan Herd Immunity, Mahasiswa dan Polda Sumsel Gelar Vaksinasi Massal

Arif Hidayat mengatakan, ide pengolahan limbah masker menjadi bahan bakar ini karena penggunaan masker sekali pakai saat pandemi COVID-19 , membuat jumlah limbah terus meningkat. Hal ini menimbulkan ancaman baru, baik untuk lingkungan maupun untuk kesehatan masyarakat.

Sebab masker sulit terurai, bukan hanya akan menumpuk di tempat pembuangan sampah, namun juga menyebarkan virus dan bakteri. Di sisi lain, limbah masker sebenarnya berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif melalui proses pirolisis. "Karena itu kami melakuan penelitian mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut," katanya, Jumat (24/9/2021).

Arif menjelaskan masker sekali pakai yang terbuat dari dari bahan polimer, terutama dari Polypropylene(PP) atau High-Density Poly Ethylene (HDPE), berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif setara dengan minyak tanah dengan proses pengolahan pirolisis, yaitu proses pemanasan tanpa adanya oksigen di dalam ruangan.

“Pirolisis merupakan proses pemanasan tanpa adanya oksigen di dalam ruangan tertutup yang akan mengubah bahan baku menjadi produk cairan dan padatan,” paparnya. Baca juga: Jokowi: Adaptasi Baru Kunci Penting Transisi dari Pandemi ke Endemi

Pada tahap awal, limbah masker harus dipisahkan dari jenis sampah lainnya. Sebelum diproses, limbah masker didesinfeksi untuk menghilangkan virus atau bakteri yang menempel pada masker. Proses ini dilakukan dengan penyemprotan disinfektan ke limbah masker.

Limbah masker kemudian diproses di dalam tabung reaktor pirolisis. "Proses pirolisis dipanaskan tanpa adanya oksigen dan akan kita peroleh bahan bakar cair,” terangnya.

Guntur Marthabaya menambahkan, hasil dari pirolisis masker mempunyai kandungan kimia yang didapatkan dari komponen penyusunnya yang hampir sama dengan senyawa hidro karbon yang banyak terdapat di dalam bahan bakar minyak. “Kita sudah melakukan analisis di laboratorium tentang kandungan senyawanya setara dengan kandungan minyak tanah," jelasnya.

Saat ini tabung reaktor pirolisis yang digunakan mempunyai volume 5 liter dan mampu menampung limbah masker sebanyak 1 kilogram. Sedangkan nilai konversi sekitar 50 hingga 60 persen, artinya satu kilogram masker bisa didapatkan 500 hingga 600 mililiter bio oil.

“Saat ini sedang dikembangkan tabung pirolisis yang menggunakan supply panas dari kompor gas untuk menghemat biaya,” tambahnya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Demo Mahasiswa Berlanjut!...
Demo Mahasiswa Berlanjut! BEM Universitas Bung Karno Bawa 6 Tuntutan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Rekomendasi
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Kekuatan Militer 6 Negara...
Kekuatan Militer 6 Negara yang Jadi Pemasok Minyak untuk Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved