Disdik DKI Tegaskan Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah karena PTM Terbatas

Jum'at, 24 September 2021 - 11:22 WIB
loading...
Disdik DKI Tegaskan...
Disdik DKI Jakarta menyatakan telah menelusuri beredarnya pemberitaan terkait termuan 25 sekolah sebagai klaster Covid-19 selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Jakarta.Foto/Ilustrasi.dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyatakan telah menelusuri beredarnya pemberitaan terkait termuan 25 sekolah sebagai klaster Covid-19 selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Jakarta. Hasilnya, temuan itu hanya berdasarkan survei terhadap responden sekolah, bukan hasil surveilans Dinas Kesehatan tentang kasus positif yang ditemukan.

Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana menjelaskan, pihaknya telah menelusuri data Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek tentang klaster sekolah di DKI Jakarta. Berdasarkan penelusuran di lapangan, temuan itu merupakan hasil survei Ditjen PAUD Dikdasmen kepada responden sekolah dan bukan berdasarkan hasil surveilans Dinas Kesehatan tentang kasus positif yang ditemukan.

"Survei tersebut dilaksanakan untuk periode bulan Januari sampai dengan September tahun 2021, sehingga tidak menggambarkan kasus baru pasca-PTM Terbatas dimulai," kata Nahdiana kepada wartawan Jumat (24/9/2021). Baca: Ini Penjelasan Disdik DKI Soal Klaster Covid-19 dari Sekolah

Menurut dia, dari 25 sekolah yang dinyatakan klaster Covid-19 tersebut, hanya 2 sekolah yang termasuk dalam 610 sekolah yang mengikuti PTM Terbatas Tahap 1, pada 30 Agustus 2021, yaitu SMP Cindera Mata Indah dan SMKS Yadika 2 Jakarta. Berdasarkan data di lapangan, sejak dimulai PTM Terbatas Tahap 1, tidak terdapat kasus Covid-19 di sekolah tersebut, baik dari peserta didik maupun pendidik dan tenaga kependidikan.

Nahdiana menuturkan, yang perlu menjadi perhatian bersama dan diantisipasi adalah bagaimana cara penanganan apabila ditemukan kasus positif, karena tidak menutup kemungkinan akan ditemukannya kasus Covid-19 pada saat dilaksanakannya PTM Terbatas di sekolah.

"Kami telah membuat standar prosedur emergency break dengan melakukan tracing, testing dan treatment. Serta sekolah ditutup sementara selama 3 x 24 jam untuk dilakukan disinfektasi," ujarnya.

Tidak itu saja, lanjut dia, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melakukan tes swab antigen secara berkala di sekolah-sekolah yang melakukan PTM Terbatas. Ini dilakukan untuk melihat positivity rate yang ada di sekolah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan, Dwi Oktavia menegaskan, kasus yang ditemukan dalam pemberitaan beberapa hari belakangan adalah kasus sebelum PTM Terbatas dimulai. Sehingga, tidak ada hubungan dengan PTM Terbatas dan tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

“Kita perlu hati-hati dalam memakai istilah klaster. Definisi klaster adalah ada minimal 2 kasus dan terbukti secara epidemiologi penularannya terjadi di sekolah. Adanya beberapa kasus di sekolah dalam satu waktu tidak memastikan apakah menjadi satu klaster atau tidak, karena mayoritas kasus yang ada saat ini adalah kasus yang berdiri sendiri, bukan menjadi klaster," ucapnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Jersey...
Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Berita Terkini
Perbaikan Aceh Alami...
Perbaikan Aceh Alami Kemajuan Signifikan, Satgas PRR: Warga Mulai Tatap Masa Depan
Fundamental Solid, Perbanas...
Fundamental Solid, Perbanas Tegaskan Kesiapan Perbankan Dukung Ekonomi RI
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Infografis
Tak Ada Lagi Alasan...
Tak Ada Lagi Alasan Tunda Penangkapan ICC kepada Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved