Asal-usul Senpi Anggota DPRD Tangerang, Beli dari Anggota Polda Metro Jaya
Jum'at, 24 September 2021 - 00:03 WIB
loading...
Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia mengatakan, senjata api (senpi) yang digunakan untuk memukul Jopie Amir, merupakan senjata airsoft gun. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG - Anggota DPRD Kota Tangerang Epa Emilia mengatakan, senjata api (senpi) yang digunakan untuk memukul Jopie Amir, merupakan senjata airsoft gun milik driver pribadinya, Pabuadi.
Hal ini pun dibenarkan oleh Pabuadi. Katanya, senjata airshoft gun itu memiliki surat-surat yang sah dari pihak kepolisian. Baca juga: Pukul Warga Pakai Senpi, DPRD Kota Tangerang Akan Minta Klarifikasi EE
"Itu airsoft gun. Ada suratnya dari Polda, dan sudah saya serahkan ke polisi, karena permintaan dari Polres itu untuk sementara disita. Saya yang pukul," kata Pabuadi, kepada SINDOnews, di Neglasari, Kamis (23/9/2021).
Dijelaskan dia, senjata itu kosong. Dirinya pun mengaku terpaksa mengeluarkan senjata itu dan memukul kepala Jopie Amir karena terdesak. Saat itu, dirinya lah yang dikeroyok oleh rombongan Jopie Amir.
"Saat itu kondisinya (senpinya) kosong, karena saya di situ merasa terancam. Saya suruh lepas (pitingan), dia gak lepas tangan Bu Epa. Saya secara refleks mukul dia. Saya khawatir saya dikeroyok," ungkapnya.
Hal ini pun dibenarkan oleh Pabuadi. Katanya, senjata airshoft gun itu memiliki surat-surat yang sah dari pihak kepolisian. Baca juga: Pukul Warga Pakai Senpi, DPRD Kota Tangerang Akan Minta Klarifikasi EE
"Itu airsoft gun. Ada suratnya dari Polda, dan sudah saya serahkan ke polisi, karena permintaan dari Polres itu untuk sementara disita. Saya yang pukul," kata Pabuadi, kepada SINDOnews, di Neglasari, Kamis (23/9/2021).
Dijelaskan dia, senjata itu kosong. Dirinya pun mengaku terpaksa mengeluarkan senjata itu dan memukul kepala Jopie Amir karena terdesak. Saat itu, dirinya lah yang dikeroyok oleh rombongan Jopie Amir.
"Saat itu kondisinya (senpinya) kosong, karena saya di situ merasa terancam. Saya suruh lepas (pitingan), dia gak lepas tangan Bu Epa. Saya secara refleks mukul dia. Saya khawatir saya dikeroyok," ungkapnya.
Lihat Juga :