Ini Penjelasan Disdik DKI Soal Klaster Covid-19 dari Sekolah

Kamis, 23 September 2021 - 21:35 WIB
loading...
Ini Penjelasan Disdik...
Disdik DKI Jakarta menyatakan tidak mengetahui data-data sekolah mana saja yang disebut Kemendikbudristek soal klaster Covid-19 di lingkungan sekolah.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyatakan tidak mengetahui data-data sekolah mana saja yang disebut Kemendikbudristek soal klaster Covid-19 di lingkungan sekolah. Namun, secara khusus di wilayah DKI Jakarta dilakukan penutupan sementara terhadap tujuh sekolah.

"Saya sampaikan pada kesempatan ini ya. Jadi, kalau yang 25 sekolah itu silakan konfirmasi ke Kemendikbud. Jadi kita tidak pernah merilis hal itu. Namun, setelah kita evaluasi per tanggal 22 September 2021 memang ada tujuh sekolah yang diberlakukan penutupan sementara. 6 di antaranya karena ditemukan kasus positif 1 orang, dan 1 karena melanggar prokes," ungkap Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Dia menuturkan, di enam sekolah itu ditemukan kasus positif hanya satu orang saja. Enam sekolah tersebut sudah kembali normal karena sudah dilakukan tracing tidak ada penularan.

"Kecuali ada 1 sekolah SD yang terdapat penularan pada satu orang lagi, jadi dari 6 sekolah itu ada 1 sekolah yang memang menularkan ke 1 orang yaitu SD Klender 03. Selebihnya itu sudah kembali normal lagi sesuai dengan Pergub No 3/2021 bahwa ketika ada temuan kasus positif itu dihentikan 3 hari untuk disinfeksi," tuturnya.

Di SD Klender 03 itu terdapat dua siswa yang dinyatakan positif Covid-19. Baca: Temuan Klaster Baru Covid-19 di Sekolah, Kemenkes Ingatkan Prokes yang Benar

"Lalu SMK 66, 1 guru itu pun klaster rumah bukan dari sekolah. SDN Pondok Rangon 02, satu siswa juga dari rumah, kemudian SMP PGRI 20 satu orang guru positif. Kemudian SMA 25, satu orang guru positif dan SMA 20 satu siswa positif. SD Jakarta 05 itu karena pelanggaran prokes," jelasnya.

Oleh sebab itu, ketika ada temuan itu langsung, walaupun itu klaster rumah pihaknya langsung segara menutup sekolah selama tiga hari untuk disemprot disinfektan dan ditracing.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru, Imigrasi Pastikan Pencekalan Febrie Adriansyah Tetap Berlaku
KKP Luncurkan Ocean...
KKP Luncurkan Ocean Institute of Indonesia, Enam Menteri Ikut Meresmikan
Berita Terkini
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved