Korban Dugaan Pemerasan Satpam di Kembangan Akhirnya Buka Mulut
Rabu, 22 September 2021 - 21:05 WIB
loading...
Kuasa hukum CY, Syair Muthalib memberikan keterangan seputar dugaan pemerasan yang dilakukan satpam di Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (22/9/2021). Foto: MPI/Dimas Choirul
A
A
A
JAKARTA - CY (44), korban dugaan pemerasan oleh satpam berujung keributan di Perumahan Permata Buana, Kembangan, Jakarta Barat buka mulut ihwal peristiwa yang dialaminya pada Minggu (19/9/2021).
Kuasa hukum CY, Syair Muthalib mengatakan, ada praktik perampasan yang dialami CY. "Sebenarnya kemarin kan kejadiannya klien kami memasukkan barang ke rumahnya tiba-tiba ada oknum satpam yang masuk ke rumah beliau kemudian memaksa kendaraan klien kami untuk dikeluarkan dan barang-barangnya pun dirampas lalu dipindahkan ke tempatnya satpam," ujar Syair, Rabu (22/9/2021).
Baca juga: Polisi Usut Dugaan Pungli pada Kasus Keributan Satpam dan Warga di Kembangan
Saat ditanya praktik pungutan liar (pungli) yang dialami kliennya, dia enggan menjelaskan lebih lanjut. Dia hanya mengatakan alasan kawanan satpam mendatangi kediaman kliennya berawal dari perintah seseorang. "Kita tidak tahu juga siapa yang melakukan perintah itu. Yang jelas apa yang dilakukan satpam kemarin itu sudah keterlaluan karena sudah mengintimidasi klien kami," katanya.
Sekelompok satpam merampas barang yang ada di mobil milik kliennya. "Mobil beserta isinya karena isinya itu tanaman bunga," ucapnya.
Dia membenarkan kliennya sedang merenovasi rumah. Dia memastikan segala sesuatu terkait perizinan merenovasi rumah sudah rampung.
Kuasa hukum CY, Syair Muthalib mengatakan, ada praktik perampasan yang dialami CY. "Sebenarnya kemarin kan kejadiannya klien kami memasukkan barang ke rumahnya tiba-tiba ada oknum satpam yang masuk ke rumah beliau kemudian memaksa kendaraan klien kami untuk dikeluarkan dan barang-barangnya pun dirampas lalu dipindahkan ke tempatnya satpam," ujar Syair, Rabu (22/9/2021).
Baca juga: Polisi Usut Dugaan Pungli pada Kasus Keributan Satpam dan Warga di Kembangan
Saat ditanya praktik pungutan liar (pungli) yang dialami kliennya, dia enggan menjelaskan lebih lanjut. Dia hanya mengatakan alasan kawanan satpam mendatangi kediaman kliennya berawal dari perintah seseorang. "Kita tidak tahu juga siapa yang melakukan perintah itu. Yang jelas apa yang dilakukan satpam kemarin itu sudah keterlaluan karena sudah mengintimidasi klien kami," katanya.
Sekelompok satpam merampas barang yang ada di mobil milik kliennya. "Mobil beserta isinya karena isinya itu tanaman bunga," ucapnya.
Dia membenarkan kliennya sedang merenovasi rumah. Dia memastikan segala sesuatu terkait perizinan merenovasi rumah sudah rampung.
Lihat Juga :