Istri dan Anak Gadisnya Dibunuh, Sidik Jari Yosef Banyak Ditemukan di TKP Ini Reaksi Keluarga
Selasa, 21 September 2021 - 19:43 WIB
loading...
Lokasi pembunuhan Tuti (56) dan anak gadisnya, Amalia Mustika Ratu (23) di rumah mereka di Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Subang, Jabar. Foto/iNews TV/Yudy Heryawan Juanda
A
A
A
SUBANG - Sidik jari Yosef disebut-sebut ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan istrinya, Tuti (56) dan dan anak gadisnya, Amalia Mustika Ratu (23) di Subang. Jasad kedua korban ditemukan bersimbah darah dan telanjang di bagasi mobil Alphard di garasi rumahnya di Desa/Kecamatan Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat..
Terhitung sejak peristiwa terjadi pada 18 Agustus 2021, sudah lebih dari satu bulan berlalu namun pelaku dan motif pembunuhan sadis belum juga terungkap.
Baca juga: Istri dan Anak Gadisnya Dibunuh, Dada Yosep dan Istri Muda Dipasangi Alat Khusus
Saat ini penyelidikan tengah fokus pada hasil rekaman CCTV serta hasil olah TKP. Salah satu yang menjadi perhatian diantaranya sidik jari yang ada di rumah korban, yang menjadi lokasi pembunuhan.
Sidik jari yang berhasil ditemukan itu disebut-sebut milik Yosef, yang tak lain suami Tuti sekaligus ayah kandung Amelia.
![Istri dan Anak Gadisnya Dibunuh, Sidik Jari Yosef Banyak Ditemukan di TKP Ini Reaksi Keluarga]()
Petugas mengevakuasi jasad ibu dan anak gadisnya, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) dari bagasi mobil di rumahnya Ciseuti, Jalancagak, Subang, Rabu (18/8/2021) lalu. Foto/iNews TV/Yudy Heryawan Juanda
Hal ini dikerahui dari informasi yang didapat Yoris, kakak kandung Amalia atau anak Yosef dan Tuti, yang diungkapkan oleh seorang perempuan bernama Yeti dalam wawancara yang diposting dalam akun YouTube atas nama Heri Susanto, Senin (20/9/2021).
"Ada curiga-curiga, tapi gak taulah, karena sidik jarinya juga banyak si papah, ceunah gitu bilangnya ke saya. Di jaketnya juga ada darahnya," kata Yeti menceritakan curhatan Yoris dalam tayangan video YouTube berdurasi 4 menit 54 detik yang sudah ditonton lebih dari 81 ribu kali sejak diupload dua hari lalu itu.
Baca juga: Istri dan Anaknya Tewas Dibunuh, Ditemukan Puntung Rokok Milik Danu Ini kata Keluarga Tuti
Yeti kemudian menasehati Yoris, jika pun memang benar pelakunya ayahnya, maka jangan marah atau dendam karena bagaimanapun Yosef adalah ayah kandungnya. Namun demikian, dirinya dan keluarga berharap dugaan itu salah.
Meskipun kecurigaan itu didasari temuan olah TKP soal adanya bercak darah di jaket Yosef. "Yoris juga (dengan keadaan ini) sangat marah sekali. Apalagi sempat dipojokan. Yoris sudah ada curiga, tapi dia terus (berpikir) positif karena emang dia papahnya, jadi tidak terlalu begitu lah,"tambah dia.
Kemudian selain sidik jari dan bercak darah, juga ditemukan DNA salah seorang kerabat korban bernama Danu pada sebuah puntung rokok yang ada di dalam rumah korban. Hal ini berdasarkan hasil olah TKP di mana penyidik menemukan puntung rokok dengan berbagai merek.
Tak hanya itu, penyidik juga menemukan sebuah helm berwarna kuning. Hingga akhirnya kembali melakukan pemeriksaan terhadap kerabat dan keluarga korban tersebut termasuk Danu.
Diketahui, Danu atau Muhammad Ramdanu atau adalah sepupu dari korban Amalia. Danu mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Yosef. Dia merupakan staf Tata Usaha di Yayasan Bina Prestasi Nasional milik dari keluarga korban.
Danu cukup sering dihubungi dan disuruh Yosef untuk keperluan yayasan. Dari pengakuan Danu, dia terakhir disuruh oleh Yosef untuk mengecek rumah Tuti. Informasinya adalah Tuti dan Amalia kala itu diculik orang tak dikenal. Karena panik, Danu langsung datang masuk kerumah Tuti.
Bahkan, dalam pemeriksaan polisi, Yosef sebelumnya pernah menyebut seseorang memiliki akses keluar masuk ke rumah korban. Seseorang itu ditunjukan kepada Danu. Bahkan, Danu biasa datang ke rumah Tuti dan Amalia pada malam hari dan memiliki akses ke rumah tersebut.
Tudingan itu langsung dibantah Danu. Dia menjelaskan bahwa dirinya memang sering kerumah Tuti, namun kedatangannya hanya jika dipanggil atau disuruh oleh korban. Termasuk soal tudingan Danu memiliki kunci rumah korban, menurutnya itu tidak benar.
"Itu gak bener, Danu gak pernah pegang kunci rumah. Yang Danu pegang itu kunci SMK (sekolah). Danu sering datang itu karena disuruh, kalau gak disuruh mah gak pernah datang,"tutur Danu.
Meski sejumlah fakta telah dikumpulkan, tapi hingga saat ini belum ada satupun tersangka yang ditetapkan. Polisi tidak mau gegabah menentukan siapa tersangka dibalik kasus ini. Beberapa barang bukti yang ada dianggap masih belum cukup untuk menentukan tersangka.
Sementara itu kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat mengklarifikasi soal jaket kilennya yang dipertanyakan tersebut. Berdasar pengakuan Yosef, jaket tersebut dilepas sebelum masuk ke dalam rumah.
Saat itu Yosef tiba ke rumah yang jadi TKP pada pukul 07.15 WIB. Ia pulang mengendarai motor tanpa memakai helm sepulang dari rumah istri mudanya. Kemudian memarkir motornya di sebelah mobil Alphard yang saat itu sudah berbalik arah.
"Saat itu dia belum tahu ada jasad anak dan istrinya dalam mobil. Karena sempat mau buka pintu mobil gak berhasil. Kemudian Pak Yosef ini masuk melalui pintu depan. Di situ ada kursi, lalu membuka jaketnya dan di simpan. Dan masuk rumah tanpa jaket. Saat itu kondisi rumah sudah berantakan,"tutur dia.
Saat itu kiliennya mulai curiga dan panik, karena saat masuk ke dalam rumah ada banyak bercak darah. Kemudian mencari istri dan anaknya juga sudah ada. Dari situ dia bertemu Pak Ujang hingga akhirnya memutuskan untuk lapor ke Polsek Jalan Cagak.
Seperti diketahui, kasus pembunuhan di Subang tersebut saat ini telah diambil alih Bareskrim Polri. Alasanya kasus ini membutuhkan pengungkapan yang mendalam. Sebelumnya Bareskrim Mabes Polri dirunkan hanya untuk membantu penyidik Polres Subang dan Ditkrimum Polda Jabar.
Terhitung sejak peristiwa terjadi pada 18 Agustus 2021, sudah lebih dari satu bulan berlalu namun pelaku dan motif pembunuhan sadis belum juga terungkap.
Baca juga: Istri dan Anak Gadisnya Dibunuh, Dada Yosep dan Istri Muda Dipasangi Alat Khusus
Saat ini penyelidikan tengah fokus pada hasil rekaman CCTV serta hasil olah TKP. Salah satu yang menjadi perhatian diantaranya sidik jari yang ada di rumah korban, yang menjadi lokasi pembunuhan.
Sidik jari yang berhasil ditemukan itu disebut-sebut milik Yosef, yang tak lain suami Tuti sekaligus ayah kandung Amelia.

Petugas mengevakuasi jasad ibu dan anak gadisnya, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) dari bagasi mobil di rumahnya Ciseuti, Jalancagak, Subang, Rabu (18/8/2021) lalu. Foto/iNews TV/Yudy Heryawan Juanda
Hal ini dikerahui dari informasi yang didapat Yoris, kakak kandung Amalia atau anak Yosef dan Tuti, yang diungkapkan oleh seorang perempuan bernama Yeti dalam wawancara yang diposting dalam akun YouTube atas nama Heri Susanto, Senin (20/9/2021).
"Ada curiga-curiga, tapi gak taulah, karena sidik jarinya juga banyak si papah, ceunah gitu bilangnya ke saya. Di jaketnya juga ada darahnya," kata Yeti menceritakan curhatan Yoris dalam tayangan video YouTube berdurasi 4 menit 54 detik yang sudah ditonton lebih dari 81 ribu kali sejak diupload dua hari lalu itu.
Baca juga: Istri dan Anaknya Tewas Dibunuh, Ditemukan Puntung Rokok Milik Danu Ini kata Keluarga Tuti
Yeti kemudian menasehati Yoris, jika pun memang benar pelakunya ayahnya, maka jangan marah atau dendam karena bagaimanapun Yosef adalah ayah kandungnya. Namun demikian, dirinya dan keluarga berharap dugaan itu salah.
Meskipun kecurigaan itu didasari temuan olah TKP soal adanya bercak darah di jaket Yosef. "Yoris juga (dengan keadaan ini) sangat marah sekali. Apalagi sempat dipojokan. Yoris sudah ada curiga, tapi dia terus (berpikir) positif karena emang dia papahnya, jadi tidak terlalu begitu lah,"tambah dia.
Kemudian selain sidik jari dan bercak darah, juga ditemukan DNA salah seorang kerabat korban bernama Danu pada sebuah puntung rokok yang ada di dalam rumah korban. Hal ini berdasarkan hasil olah TKP di mana penyidik menemukan puntung rokok dengan berbagai merek.
Tak hanya itu, penyidik juga menemukan sebuah helm berwarna kuning. Hingga akhirnya kembali melakukan pemeriksaan terhadap kerabat dan keluarga korban tersebut termasuk Danu.
Diketahui, Danu atau Muhammad Ramdanu atau adalah sepupu dari korban Amalia. Danu mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan Yosef. Dia merupakan staf Tata Usaha di Yayasan Bina Prestasi Nasional milik dari keluarga korban.
Danu cukup sering dihubungi dan disuruh Yosef untuk keperluan yayasan. Dari pengakuan Danu, dia terakhir disuruh oleh Yosef untuk mengecek rumah Tuti. Informasinya adalah Tuti dan Amalia kala itu diculik orang tak dikenal. Karena panik, Danu langsung datang masuk kerumah Tuti.
Bahkan, dalam pemeriksaan polisi, Yosef sebelumnya pernah menyebut seseorang memiliki akses keluar masuk ke rumah korban. Seseorang itu ditunjukan kepada Danu. Bahkan, Danu biasa datang ke rumah Tuti dan Amalia pada malam hari dan memiliki akses ke rumah tersebut.
Tudingan itu langsung dibantah Danu. Dia menjelaskan bahwa dirinya memang sering kerumah Tuti, namun kedatangannya hanya jika dipanggil atau disuruh oleh korban. Termasuk soal tudingan Danu memiliki kunci rumah korban, menurutnya itu tidak benar.
"Itu gak bener, Danu gak pernah pegang kunci rumah. Yang Danu pegang itu kunci SMK (sekolah). Danu sering datang itu karena disuruh, kalau gak disuruh mah gak pernah datang,"tutur Danu.
Meski sejumlah fakta telah dikumpulkan, tapi hingga saat ini belum ada satupun tersangka yang ditetapkan. Polisi tidak mau gegabah menentukan siapa tersangka dibalik kasus ini. Beberapa barang bukti yang ada dianggap masih belum cukup untuk menentukan tersangka.
Sementara itu kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat mengklarifikasi soal jaket kilennya yang dipertanyakan tersebut. Berdasar pengakuan Yosef, jaket tersebut dilepas sebelum masuk ke dalam rumah.
Saat itu Yosef tiba ke rumah yang jadi TKP pada pukul 07.15 WIB. Ia pulang mengendarai motor tanpa memakai helm sepulang dari rumah istri mudanya. Kemudian memarkir motornya di sebelah mobil Alphard yang saat itu sudah berbalik arah.
"Saat itu dia belum tahu ada jasad anak dan istrinya dalam mobil. Karena sempat mau buka pintu mobil gak berhasil. Kemudian Pak Yosef ini masuk melalui pintu depan. Di situ ada kursi, lalu membuka jaketnya dan di simpan. Dan masuk rumah tanpa jaket. Saat itu kondisi rumah sudah berantakan,"tutur dia.
Saat itu kiliennya mulai curiga dan panik, karena saat masuk ke dalam rumah ada banyak bercak darah. Kemudian mencari istri dan anaknya juga sudah ada. Dari situ dia bertemu Pak Ujang hingga akhirnya memutuskan untuk lapor ke Polsek Jalan Cagak.
Seperti diketahui, kasus pembunuhan di Subang tersebut saat ini telah diambil alih Bareskrim Polri. Alasanya kasus ini membutuhkan pengungkapan yang mendalam. Sebelumnya Bareskrim Mabes Polri dirunkan hanya untuk membantu penyidik Polres Subang dan Ditkrimum Polda Jabar.
(shf)
Lihat Juga :