Hari Pertama Operasional Bioskop di Bandung, Penonton Masih Sepi
Kamis, 16 September 2021 - 15:44 WIB
loading...
Hari pertama pembukaan bioskop di Kota Bandung belum disambut antusias masyarakat. SINDOnews/Arif
A
A
A
BANDUNG - Hari pertama pembukaan bioskop di Kota Bandung belum disambut antusias masyarakat. Penayangan beberapa film dijadwalkan siang pun sepi tanpa penonton.
Pantauan MPI di Ubertos XXI, Mal Ubertos, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, kondisi bioskop sangat sepi. Tak tampak ada penonton atau pengujung yang hilir mudik menunggu pintu teater dibuka. Bahkan, jelang pembukaan, pengelola bioskop masih menyiapkan segala sesuatunya.
"Hari ini kami sudah buka, tapi ini baru dimulai. Kami baru mau breafing, setelah sekian lama tutup," kata salah seorang sekuriti di Ubertos XXI yang enggan disebutkan namanya itu, Kamis (16/9/2021).
Tampak di pintu masuk ada barcode untuk scan aplikasi Peduli Lindungi. Kemudian ada sekuriti yang standby mengurai penonton. Para petugas bioskop juga menggunakan masker dan face shield.
Menurut dia, hingga siang ini belum ada penonton yang melakukan pemesanan. Dia menduga, banyak masyarakat yang belum tahu jika bioskop sudah mulai beroperasi. Walaupun, untuk kapasitas dibatasi 50 persen.
Pantauan MPI di Ubertos XXI, Mal Ubertos, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, kondisi bioskop sangat sepi. Tak tampak ada penonton atau pengujung yang hilir mudik menunggu pintu teater dibuka. Bahkan, jelang pembukaan, pengelola bioskop masih menyiapkan segala sesuatunya.
"Hari ini kami sudah buka, tapi ini baru dimulai. Kami baru mau breafing, setelah sekian lama tutup," kata salah seorang sekuriti di Ubertos XXI yang enggan disebutkan namanya itu, Kamis (16/9/2021).
Tampak di pintu masuk ada barcode untuk scan aplikasi Peduli Lindungi. Kemudian ada sekuriti yang standby mengurai penonton. Para petugas bioskop juga menggunakan masker dan face shield.
Menurut dia, hingga siang ini belum ada penonton yang melakukan pemesanan. Dia menduga, banyak masyarakat yang belum tahu jika bioskop sudah mulai beroperasi. Walaupun, untuk kapasitas dibatasi 50 persen.
Lihat Juga :