Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

32.265 Balita di Cimahi Alami Stunting, Dinkes: Asupan Gizi Tak Maksimal

loading...
32.265 Balita di Cimahi Alami Stunting, Dinkes: Asupan Gizi Tak Maksimal
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat jumlah anak balita yang mengalami stunting tahun ini ada 3.551 atau 11,05 persen dari total 32.265 balita se-Kota Cimahi. Foto ilustrasi
CIMAHI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat jumlah anak balita yang mengalami stunting tahun ini ada 3.551 atau 11,05 persen dari total 32.265 balita se-Kota Cimahi. Sementara hingga Juli 2021, angka kelahiran di Kota Cimahi telah mencapai 5.909 anak.

"Stunting bisa terjadi jika tumbuh kembang anak tidak diperhatikan sejak dari masa kehamilan," kata Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Indah Gilang Indira, Selasa (14/9/2021). Baca juga:
Cegah Stunting Pada Anak, MNC Peduli dan Posyandu Melati 9 Berikan Layanan Cek Gizi Rutin


Indah mengatakan, masa periode emas balita akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang buah hati hingga dewasa. Hari pertama kehidupan berkaitan erat dengan pemenuhan gizi di awal kehidupan anak, sehingga jika ada kelainan pada anak bisa langsung diintervensi.

Salah satu kasus yang dikhawatirkan pada periode tersebut adalah stunting atau kondisi tubuh lebih pendek dari anak seusianya. Bahkan untuk menghindari hal tersebut, ketika anak masih berada dalam kandungan pun harus tetap dipantau.



Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19, maka orang tua harus memperhatikan tumbuh kembang anaknya. Pihaknya meminta kepada para orang tua agar memperhatikan tumbuh kembang anak khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) setelah kelahiran. Baca juga: Percepat Turunkan Angka Stunting, BKKBN Berharap Satu Desa Punya Satu Bidan

Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Dikke Suseno Isako menambahkan, gagal tumbuh hingga menyebabkan stunting pada balita dikarenakan asupan gizi yang tidak maksimal, anemia pada ibu, hingga memiliki komorbid seperti TBC.

"Kondisi ibu saat mengandung nantinya akan berpengaruh pada anak saat dilahirkan. Makanya saat mengandung harus periksakan kehamilan minimal empat kali selama mengandung," ujarnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top