Masjid Jami Tine Tang, Wujud Bakti untuk Orang Tua dan Harmoni Keberagaman

Selasa, 14 September 2021 - 13:41 WIB
loading...
Masjid Jami Tine Tang,...
Masjid yang terletak di area Tol Lingkar Luar Bogor Ring Road ini cukup menarik perhatian masyarakat. (Ist)
A A A
BOGOR - Masjid yang terletak di area Tol Lingkar Luar Bogor Ring Road ini cukup menarik perhatian masyarakat. Hal itu karena arsitekur dan namanya yang unik, bergaya Tionghoa dan diberi nama Masjid Jami Tine Tang . Masjid tersebut diresmikan oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto pada 8 April 2021 lalu.

Pengusaha jalan tol, Mohammad Jusuf Hamka sebagai pemrakarsa pembangunan Masjid ini menuturkan, bagaimana cerita di balik pemberian nama Masjid dan kenapa Menko Airlangga yang meresmikannya.

Jusuf Hamka yang juga akrab disapa Babah Alun menceritakan, Masjid tersebut dari awal memang ia bangun. Sebelumnya dia juga sudah membangun Masjid bergaya oriental di kolong Tol Layang Tanjung Priok, Papanggo, lalu di kolong Tol Ir Wiyoto, Jalan Pasir Putih, Ancol, Pademangan, dan satu satu lagi di pinggiran Tol Depok-Antasari, Cilandak, Jakarta Selatan. Semuanya ia beri nama Masjid Babah Alun. Masjid di Tol Lingkar Luar Bogor ini rencana awalnya akan menjadi Masjid Babah Alun yang ke empat.

Namun suatu ketika, Jusuf yang juga menjadi salah satu staf khusus Menko Perekonomian, mendapat pertanyaan dari Menko Perekonomian Airlangga yang saat itu baru melewati Masjid yg tengah dibangunnya. "Suf, itu masjid siapa si?" Oh, Masjid saya, pak, saya yang mau buat," ujar Jusuf Hamka.

Airlangga saat itu mengatakan, ia juga punya niatan ingin membangun Masjid, untuk kedua orang tuanya, Ibu Hartini dan Almarhum Pak Hartarto Sastrosunarto. Airlangga juga mengaku tertarik pada Masjid yang dibangun Jusuf.

Karena mengenal cukup baik keluarga orang tua Airlangga, Jusuf menjawab, "Oh, iya. pakai aja kalau memang bapak mau. Tapi, apa bapak mau Masjid yang arsitekturnya oriental seperti ini?" kata Jusuf.

Airlangga menilai desain arsitekturnya cukup bagus. Namun ia menolak jika Masjid yang dibangun Jusuf Hamka diberikan begitu saja. "Waktu itu sambil bercanda beliau bilang, saya enggak mau ambil, saya mau akuisisi," kata Jusuf menirukan perkataan Airlangga.

Jusuf sempat menolak, namun Airlangga tetap tidak mau. Akhirnya disepakati, biaya pembangunan Masjid tersebut diambil alih Airlangga, dan Jusuf Hamka akan membangun Masjid baru di tempat lain.

Jusuf yang masih ragu sempat mempertanyakan lagi pada Airlangga apakah dia yakin, karena arsitektur Masjid yang bergaya oriental bisa menjadi kontroversi, apalagi Airlangga adalah pejabat publik yang juga politikus.

Namun Airlangga menjawab hal itu tidak menjadi masalah baginya. Mau arsitekturnya bergaya apapun selama tidak melanggar aturan agama dan fungsinya tetap sebagai tempat ibadah umat muslim.

"Beliau bilang, di sinilah kita tunjukkan bahwa pemimpin harus berani menuai keberagaman, dari hal-hal yang kecil dulu," jelas Jusuf.

Airlangga pun meminta Jusuf tetap melanjutkan pembangunan Masjid bergaya oriental tersebut sesuai rencana. Jusuf mengaku saat itu, dalam hati ia memuji keberanian Airlangga.

"Ternyata, setelah Masjid ini diresmikan pada tanggal 8 April, enggak ada tuh yang protes, enggak ada tuh yang nyinyir, enggak ada juga yang ngebully. Malah semua bersyukur, karena semua orang pengguna jalan yang mau ke Jakarta, kadangkala waktunya Salat, berhenti di sini, memanfaatkan masjid ini. WC nya bersih, tempat wudhunya bersih, tangganya pun juga berbeda, ada tangga buat pria, tangga buat wanita," tutur Jusuf.

Jusuf juga menceritakan, kalau dana yang diberikan Airlangga untuk mengganti biaya pembangunan Masjid berlebih. Namun Airlangga meminta Jusuf mempergunakannya untuk membangun warung pojok halal di dekat Masjid.

"Jadi warung pojok halal itu duit dari beliau. Bikinin warung supaya orang yang main ke sini bisa ada tempat makan dan minumnya, biar gak jauh-jauh," ujarnya.

Airlangga meyakinkan Jusuf Hamka, bahwa Masjid tersebut bisa menjadi tempat wisata religi. Karena saat menjadi anggota DPR, Airlangga berasal dari Dapil Bogor, sehingga tahu kalau hal itu akan disukai warga Bogor dan sekitarnya. Baca: Gempa Bumi Megathrust dan Tsunami Ancam Pesisir Selatan, Polres Pacitan Siaga.

"Eh, benar. Alhamdulillah, ini tempat jadi wisata religi. Sabtu-Minggu rame di sini. Orang pada selfie, foto-toto, akhirnya cari makanan-minuman di sini," ujarnya.

Namun karena PPKM, masyarakat akhirnya masih dilarang untuk berkumpul-kumpul. Mengenai nama Masjid Jami Tine Tang, Jusuf Hamka mengatakan awalnya Masjid tersebut akan dinamai Masjid Babah Alun ke 4. "Tapi karena sudah diakuisisi ceritanya, ya tergantung Pak Airlangga dong mau namain apa," ujarnya.

Waktu itu Airlangga menuliskan nama Tine Tang. Jusuf awalnya tidak bertanya lebih jauh perihal nama tersebut.

"Tapi karena banyak yang bisik-bisik nanya, akhirnya saya tanya sama Pak Airlangga. Ternyata Tine itu dari nama Ibu Hartini yang waktu kecil dipanggil Tine, dan Tang itu dari nama panggilan kecil Pak Hartarto," tutur Jusuf.

Jusuf menerangkan, di kalangan Tionghoa jika disambungkan dan dibaca Tien Tang artinya Pintu Surga atau Rumah Tuhan. Baca Juga: Semalaman Diguyur Hujan Lebat, Ratusan Rumah Warga di Rangkasbitung Terendam Banjir.

"Jadi beliau juga baru tau artinya. Akhirnya sepakatlah namanya Masjid Jami Tine Tang. Jadi kalau orang China bilang, Masjid Jami Tien Tang, gitu," pungkas Jusuf Hamka.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Rekomendasi
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved