Mengharukan! Bilqis, Yatim Korban COVID-19 Jadi Buruh Cuci Piring Demi Beli Ponsel untuk Belajar Daring
Selasa, 14 September 2021 - 06:59 WIB
loading...
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid memberikan Ponsel android kepada Bilqis anak yatim korban COVID-19. Foto/iNews/Wiwin Suseno
A
A
A
BANGKA SELATAN - Bilqis, bocah asal Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, rela memeras keringatnya menjadi buruh cuci piring. Hal ini dilakukannya demi bisa membeli ponsel android untuk belajar daring.
Baca juga: Anggaran Bansos untuk Anak Yatim Disepakati Rp11,3 Triliun
Bocah berusia 11 tahun ini, harus kehilangan bapaknya untuk selama-lamanya, akibat serangan COVID-19. Dalam kondisi serba terbatas, Bilqis tak pernah menyerah menghadapi kondisi yang dialaminya.
Gadis cantik yang kini duduk di bangku kelas 6 SD Negeri 15 Puput Kecamatan Toboali tersebut, tetap bersemangat belajar untuk dapat melanjutkan sekolahnya hingga ke jenjang pendidikan tinggi.
Baca juga: 2 Wanita Cantik Ditangkap saat Asyik Pesta Sabu di Kamar Kos
Ibunya yang hanya bekerja sebagai pedagang gorengan, dan harus menanggung biaya hidup dirinya dan adiknya yang masih berusia tiga tahun belum bisa mewujudkan keinginan Bilqis untuk memiliki ponsel android untuk sekolah daring.
Cerita tentang perjuangan Bilqis ini, ternyata didengar Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. Impian Bilqis untuk dapat ikut belajar daring menggunakan ponsel android, akhirnya diwujudkan oleh sang bupati.
"Saya dapat informasi, adik Bilqis ini katanya mengambil upah nyuci gelas untuk nabung beli ponsel android. Makanya hari ini saya langsung berikan ponsel adroidnya supaya anak yatim ini bisa fokus belajar daring," katanya, Senin (13/09/2021).
Baca juga: Terpeleset Saat Swafoto, Wisatawan Asal Surabaya Tewas Tenggelam di Prigen
Ia berharap, Bilqis dapat memanfaatkan ponsel tersebut untuk terus meningkatkan prestasi belajarnya di sekolah. Mengingat saat ini anak yatim tersebut mendapat peringkat kelima di sekolahnya.
"Jangan dilihat besar kecilnya bantuan yang kami berikan, niat kami hanya ingin menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini," ucapnya.
Baca juga: Duel Maut, Kakak Tewas di Tangan Adik Ipar hanya Gara-gara Baju dan Sepatu
Sementara itu, Siti Nafiah ibu dari anak yatim tersebut tak menyangka jika impian anaknya itu diwujudkan oleh seorang bupati. "Tidak disangka pak bupati datang ke sini, ternyata ngasih ponsel yang diimpikan anak saya. Sampai-sampai anak saya sebelumnya ambil upah nyuci gelas untuk nabung beli ponsel android agar bisa belajar. Terima kasih pak bupati," ucapnya.
Ia berharap, pendidikan Balqis ke depan juga mendapat perhatian dari pemerintah. Mengingat saat ini dirinya hanya bekerja sebagai penjual gorengan, dan harus menghidupi dua orang anak yang masih kecil setelah suaminya meninggal dunia beberapa minggu lalu akibat COVID-19.
Baca juga: Anggaran Bansos untuk Anak Yatim Disepakati Rp11,3 Triliun
Bocah berusia 11 tahun ini, harus kehilangan bapaknya untuk selama-lamanya, akibat serangan COVID-19. Dalam kondisi serba terbatas, Bilqis tak pernah menyerah menghadapi kondisi yang dialaminya.
Gadis cantik yang kini duduk di bangku kelas 6 SD Negeri 15 Puput Kecamatan Toboali tersebut, tetap bersemangat belajar untuk dapat melanjutkan sekolahnya hingga ke jenjang pendidikan tinggi.
Baca juga: 2 Wanita Cantik Ditangkap saat Asyik Pesta Sabu di Kamar Kos
Ibunya yang hanya bekerja sebagai pedagang gorengan, dan harus menanggung biaya hidup dirinya dan adiknya yang masih berusia tiga tahun belum bisa mewujudkan keinginan Bilqis untuk memiliki ponsel android untuk sekolah daring.
Cerita tentang perjuangan Bilqis ini, ternyata didengar Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid. Impian Bilqis untuk dapat ikut belajar daring menggunakan ponsel android, akhirnya diwujudkan oleh sang bupati.
"Saya dapat informasi, adik Bilqis ini katanya mengambil upah nyuci gelas untuk nabung beli ponsel android. Makanya hari ini saya langsung berikan ponsel adroidnya supaya anak yatim ini bisa fokus belajar daring," katanya, Senin (13/09/2021).
Baca juga: Terpeleset Saat Swafoto, Wisatawan Asal Surabaya Tewas Tenggelam di Prigen
Ia berharap, Bilqis dapat memanfaatkan ponsel tersebut untuk terus meningkatkan prestasi belajarnya di sekolah. Mengingat saat ini anak yatim tersebut mendapat peringkat kelima di sekolahnya.
"Jangan dilihat besar kecilnya bantuan yang kami berikan, niat kami hanya ingin menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini," ucapnya.
Baca juga: Duel Maut, Kakak Tewas di Tangan Adik Ipar hanya Gara-gara Baju dan Sepatu
Sementara itu, Siti Nafiah ibu dari anak yatim tersebut tak menyangka jika impian anaknya itu diwujudkan oleh seorang bupati. "Tidak disangka pak bupati datang ke sini, ternyata ngasih ponsel yang diimpikan anak saya. Sampai-sampai anak saya sebelumnya ambil upah nyuci gelas untuk nabung beli ponsel android agar bisa belajar. Terima kasih pak bupati," ucapnya.
Ia berharap, pendidikan Balqis ke depan juga mendapat perhatian dari pemerintah. Mengingat saat ini dirinya hanya bekerja sebagai penjual gorengan, dan harus menghidupi dua orang anak yang masih kecil setelah suaminya meninggal dunia beberapa minggu lalu akibat COVID-19.
(eyt)
Lihat Juga :