Berbatasan dengan Malaysia, Sandiaga Uno: Pulau Rupat Beranda Pariwisata Indonesia
Senin, 13 September 2021 - 03:07 WIB
loading...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat berkunjung ke Wisata Desa Koto Masjid. Foto/Ist.
A
A
A
KAMPAR - Keindahan pantai di Pulau Rupat yang berbatasan dengan Malaysia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berencana menjadikan Pulau Rupat sebagai beranda pariwisata Indonesia.
Baca juga: Desa Wisata Koto Jadi Destinasi Menarik di Riau, Sandiaga Uno: Mirip Raja Ampat
Hal itu ditegaskan saat Sandiaga Uno berkunjung di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (12/9/2021). Sandiga Uno mengaku sudah mengunjungi sendiri Pulau Rupat.
"KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Pulau Rupat, saat ini salah satu yang sedang dibahas dan ditingkatkan. Lokasinya sangat stragis," kata Sandiaga Uno.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah daya tarik Pulau Rupat, agar turis lokal maupun manca negara datang berkunjung. Hal yang paling utama tentunya adalah tersedianya tranportasi dan fasilitas.
"Saya sendiri sudah berkunjung ke Malaka (Malaysia dan disana sangat memungkinkan membuat travel bubble (koridor perjalanan antar negara), dengan Pulau Rupat (Riau) terutama berkaitan dengan travel pattern (pola perjalanan wisatawan)," ujarnya.
Baca juga: Terintegrasi dengan Kelurahan di Surabaya, Kini Daftar Perkara PA Tak Perlu Repot
Untuk mewujudkannnya, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan koordinasi dan kerjasama untuk menjadikan Pulat Rupat sebagai salah satu tempat wisata terbaik antar dua negara.
"Kita sedang lakukan kordinasi dengan KL (kementerian lembaga) lainya, Kementerian PUPR dan Bappenas. Ini akan kita sinergikan dan kita solidkan agar Pulau Rupat ini menjadi beranda terdepan pariwisata Indonesia," ujar ucap pria kelahiran, Pekanbaru, Riau.
Gubernur Riau, Syamsuar menjelaskan, bahwa di Pulau Rupat sudah ada beberapa desa wisata, hotel dan homestay, cottage, pusat kuliner, kriya dan agenda pariwisata budaya. Ini tentunya bisa mendukung kemajuan Pulau Rupat.
Baca juga: Dililit Kemiskinan, Ibu 5 Anak di Medan Harus Banting Tulang Jadi Pengupas Kulit Kepiting
"Riau punya wisata bahari Pulau Rupat, di seberangnya Kota Malaka yang jaraknya hanya 45 km. Destinasi Pulau Rupat terdapat pasir putih, dan desa wisata yang bisa memikat wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara," ucap Syamsuar.
Pulau Rupat ini memiliki luas lebih kurang 1.500 km2, dan dihuni sekitar 55.000 jiwa. Dari Pekanbaru ke Pulau Rupat, dibutuhkan waktu 5-6 jam perjalanan, dengan tranportasi darat dan air.
Baca juga: Desa Wisata Koto Jadi Destinasi Menarik di Riau, Sandiaga Uno: Mirip Raja Ampat
Hal itu ditegaskan saat Sandiaga Uno berkunjung di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (12/9/2021). Sandiga Uno mengaku sudah mengunjungi sendiri Pulau Rupat.
"KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Pulau Rupat, saat ini salah satu yang sedang dibahas dan ditingkatkan. Lokasinya sangat stragis," kata Sandiaga Uno.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menambah daya tarik Pulau Rupat, agar turis lokal maupun manca negara datang berkunjung. Hal yang paling utama tentunya adalah tersedianya tranportasi dan fasilitas.
"Saya sendiri sudah berkunjung ke Malaka (Malaysia dan disana sangat memungkinkan membuat travel bubble (koridor perjalanan antar negara), dengan Pulau Rupat (Riau) terutama berkaitan dengan travel pattern (pola perjalanan wisatawan)," ujarnya.
Baca juga: Terintegrasi dengan Kelurahan di Surabaya, Kini Daftar Perkara PA Tak Perlu Repot
Untuk mewujudkannnya, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melakukan koordinasi dan kerjasama untuk menjadikan Pulat Rupat sebagai salah satu tempat wisata terbaik antar dua negara.
"Kita sedang lakukan kordinasi dengan KL (kementerian lembaga) lainya, Kementerian PUPR dan Bappenas. Ini akan kita sinergikan dan kita solidkan agar Pulau Rupat ini menjadi beranda terdepan pariwisata Indonesia," ujar ucap pria kelahiran, Pekanbaru, Riau.
Gubernur Riau, Syamsuar menjelaskan, bahwa di Pulau Rupat sudah ada beberapa desa wisata, hotel dan homestay, cottage, pusat kuliner, kriya dan agenda pariwisata budaya. Ini tentunya bisa mendukung kemajuan Pulau Rupat.
Baca juga: Dililit Kemiskinan, Ibu 5 Anak di Medan Harus Banting Tulang Jadi Pengupas Kulit Kepiting
"Riau punya wisata bahari Pulau Rupat, di seberangnya Kota Malaka yang jaraknya hanya 45 km. Destinasi Pulau Rupat terdapat pasir putih, dan desa wisata yang bisa memikat wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara," ucap Syamsuar.
Pulau Rupat ini memiliki luas lebih kurang 1.500 km2, dan dihuni sekitar 55.000 jiwa. Dari Pekanbaru ke Pulau Rupat, dibutuhkan waktu 5-6 jam perjalanan, dengan tranportasi darat dan air.
(eyt)
Lihat Juga :