Wali Kota Bogor Bima Arya Merapat ke Istana Kepresidenan Temui Moeldoko
Sabtu, 11 September 2021 - 04:30 WIB
loading...
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menemui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/9/2021). Foto: MNC Portal/Ist
A
A
A
BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menemui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko , di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/9/2021). Bima yang datang mengenakan batik berwarna coklat hitam, didampingi Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia, Jaleswari Pramodhawardani.
Bima menyampaikan terdapat beberapa hal yang mereka bicarakan dalam pertemuan sekitar 70 menit tersebut. Salah satunya terkait berbagai isu strategis yang memerlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Baca juga: ICW Siapkan Kuasa Hukum Dampingi 2 Peneliti yang Dilaporkan Moeldoko
"Saya dan Pak Moeldoko berkoordinasi terkait dengan beberapa program strategis Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor melakukan komunikasi dengan Kantor Staf Presiden secara intensif sejak periode pertama saya menjabat. Kami mengkoordinasikan program strategis Kota Bogor agar mendapat dukungan pemerintah pusat, mulai dari infrastruktur, transportasi publik, sampai pembangunan ekonomi," ujar Bima.
Dalam pertemuan itu, Bima juga mengaku membahas penuntasan beberapa persoalan sosial yang terjadi di Kota Bogor. Salah satunya terkait tuntasnya masalah pembangunan rumah ibadah bagi Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, setelah melalui proses mediasi yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari warga dan tokoh masyarakat lokal, pimpinan agama di Kota Bogor sampai tokoh nasional.
Baca juga: Setelah 15 Tahun, Pemkot Bogor Akhirnya Terbitkan IMB Gereja Kristen Indonesia Yasmin
"Kami mendiskusikan model resolusi konflik melalui mediasi yang bisa menjadi model bagi penyelesaian konflik di wilayah lainnya di Tanah Air. Tapi, saya tekankan kepada Pak Moeldoko bahwa model penyelesaian konflik tidak mesti sama. Semua memiliki faktor keunikan tersendiri," ungkap Bima.
Bima menyampaikan terdapat beberapa hal yang mereka bicarakan dalam pertemuan sekitar 70 menit tersebut. Salah satunya terkait berbagai isu strategis yang memerlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Baca juga: ICW Siapkan Kuasa Hukum Dampingi 2 Peneliti yang Dilaporkan Moeldoko
"Saya dan Pak Moeldoko berkoordinasi terkait dengan beberapa program strategis Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor melakukan komunikasi dengan Kantor Staf Presiden secara intensif sejak periode pertama saya menjabat. Kami mengkoordinasikan program strategis Kota Bogor agar mendapat dukungan pemerintah pusat, mulai dari infrastruktur, transportasi publik, sampai pembangunan ekonomi," ujar Bima.
Dalam pertemuan itu, Bima juga mengaku membahas penuntasan beberapa persoalan sosial yang terjadi di Kota Bogor. Salah satunya terkait tuntasnya masalah pembangunan rumah ibadah bagi Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin, setelah melalui proses mediasi yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari warga dan tokoh masyarakat lokal, pimpinan agama di Kota Bogor sampai tokoh nasional.
Baca juga: Setelah 15 Tahun, Pemkot Bogor Akhirnya Terbitkan IMB Gereja Kristen Indonesia Yasmin
"Kami mendiskusikan model resolusi konflik melalui mediasi yang bisa menjadi model bagi penyelesaian konflik di wilayah lainnya di Tanah Air. Tapi, saya tekankan kepada Pak Moeldoko bahwa model penyelesaian konflik tidak mesti sama. Semua memiliki faktor keunikan tersendiri," ungkap Bima.
Lihat Juga :