Hasil Reses Anggota DPRD DKI, Banyak Warga Tidak Menginginkan Formula E Digelar di Jakarta
Jum'at, 10 September 2021 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Interpelasi Anies Soal Formula E Digelar 2022, Begini Kata Formappi
"Sebagai gubernur seharusnya Anies wajib hadir dalam paripurna tersebut, apalagi dalam perihal pengesahan Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD ini, dan bisa juga menjelaskan perihal beberapa permasalahan yang saat ini mendera dirinya. Seperti kelebihan pembayaran kerap terjadi di dalam anggaran Pemprov DKI. Kalau realitanya seperti ini terkesan sekali bahwa Anies menghindar," tutur Anggota Komisi D itu.
Menurut Kent, jika alasan menggelar Balapan Formula E agar Jakarta go publik atau dikenal di seluruh dunia, itu tidak masuk akal. Pasalnya, Jakarta tidak butuh pengakuan dalam kondisi kesusahan ekonomi seperti sekarang ini.
"Jika acara tersebut tetap digelar dan dengan tujuan hanya untuk menarik wisatawan luar negeri sebagai penonton, menurut saya hal tersebut sangat riskan dan berbahaya. Kita tidak tahu apakah para pelancong itu terpapar Covid-19 atau tidak, dan jika di antara penonton tersebut ada yang terpapar dan masuk ke negara kita, maka permasalahan pandemi di negara kita ini tidak akan selesai-selesai, dan varian yang baru akan terus bermunculan," tukasnya.
"Kita tidak tahu sampai kapan virus ini akan hilang di seluruh dunia. Jadi pagelaran Balapan Formula E ini bukannya membawa manfaat, malah dapat membawa petaka untuk warga DKI Jakarta. Jika Anies ngotot untuk menggelar pagelaran Balapan Formula E ini, artinya Anies tidak pernah memikirkan perasaan warga DKI Jakarta dengan cara menghambur- hamburkan uang masyarakat DKI Jakarta seperti ini. Sama sekali tidak memikirkan untuk mendahulukan pemulihan ekonomi warganya. Karena jelas-jelas saat sekarang ini DKI Jakarta sangat membutuhkan pemulihan ekonomi," ketus Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini.
Oleh karena itu, Kent sekali lagi mengingatkan kepada Anies agar membuat program yang benar-benar bermanfaat bagi warga Jakarta. Bukan yang berpotensi membuat petaka bagi warga tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.
"Sebagai gubernur seharusnya Anies wajib hadir dalam paripurna tersebut, apalagi dalam perihal pengesahan Raperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD ini, dan bisa juga menjelaskan perihal beberapa permasalahan yang saat ini mendera dirinya. Seperti kelebihan pembayaran kerap terjadi di dalam anggaran Pemprov DKI. Kalau realitanya seperti ini terkesan sekali bahwa Anies menghindar," tutur Anggota Komisi D itu.
Menurut Kent, jika alasan menggelar Balapan Formula E agar Jakarta go publik atau dikenal di seluruh dunia, itu tidak masuk akal. Pasalnya, Jakarta tidak butuh pengakuan dalam kondisi kesusahan ekonomi seperti sekarang ini.
"Jika acara tersebut tetap digelar dan dengan tujuan hanya untuk menarik wisatawan luar negeri sebagai penonton, menurut saya hal tersebut sangat riskan dan berbahaya. Kita tidak tahu apakah para pelancong itu terpapar Covid-19 atau tidak, dan jika di antara penonton tersebut ada yang terpapar dan masuk ke negara kita, maka permasalahan pandemi di negara kita ini tidak akan selesai-selesai, dan varian yang baru akan terus bermunculan," tukasnya.
"Kita tidak tahu sampai kapan virus ini akan hilang di seluruh dunia. Jadi pagelaran Balapan Formula E ini bukannya membawa manfaat, malah dapat membawa petaka untuk warga DKI Jakarta. Jika Anies ngotot untuk menggelar pagelaran Balapan Formula E ini, artinya Anies tidak pernah memikirkan perasaan warga DKI Jakarta dengan cara menghambur- hamburkan uang masyarakat DKI Jakarta seperti ini. Sama sekali tidak memikirkan untuk mendahulukan pemulihan ekonomi warganya. Karena jelas-jelas saat sekarang ini DKI Jakarta sangat membutuhkan pemulihan ekonomi," ketus Ketua IKAL PPRA LXII Lemhannas RI ini.
Oleh karena itu, Kent sekali lagi mengingatkan kepada Anies agar membuat program yang benar-benar bermanfaat bagi warga Jakarta. Bukan yang berpotensi membuat petaka bagi warga tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.
Lihat Juga :