Kapal Terbakar di Perairan Maluku Utara, ABK Asal Sukabumi Hilang Kontak
Jum'at, 10 September 2021 - 01:30 WIB
loading...
A
A
A
Setelah tiga hari menyiapkan beberapa perlengkapan termasuk bahan bakar solar, pada tanggal 18 Agustus 2021 mulai berlayar menuju perairan Merauke.
“Untuk kerjanya di laut untuk menangkap cumi. Semua ABK yang dari Sukabumi dibawa sama Ardian yang sekarang jadi wakil kapten kapal. Dia sudah lima kali berangkat dengan tujuan yang sama. Rencananya yang berangkat sekarang itu buat kerja selama enam bulan,” kata Asep saat ditemui awak media di kediamannya, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Viral Kakek Linglung Bawa Uang Rp150 Juta dan Emas 250 Gram, Terdampar di Pali
Asep menyebutkan, keluarga baru mengetahui ada kecelakaan kapal setelah Ardian menelepon ibunya, beberapa hari setelah kejadian. Ardian dilaporkan selamat bersama empat orang lainnya, yakni Angga Pramudia, Hengki Kurniawan, Asep Suryana dan La Asri. Sisanya belum ada kabar.
“Katanya ada 10 orang yang diselamatkan kapal dari Syahbandar. Kalau yang orang Sukabumi yang katanya selamat tiga orang. Sisanya belum tahu kabarnya bagaimana. Terus katanya mereka ada yang sampai tiga hari tiga malam berenang menunggu pertolongan,” ungkap Asep.
“Untuk kerjanya di laut untuk menangkap cumi. Semua ABK yang dari Sukabumi dibawa sama Ardian yang sekarang jadi wakil kapten kapal. Dia sudah lima kali berangkat dengan tujuan yang sama. Rencananya yang berangkat sekarang itu buat kerja selama enam bulan,” kata Asep saat ditemui awak media di kediamannya, Kamis (9/9/2021).
Baca juga: Viral Kakek Linglung Bawa Uang Rp150 Juta dan Emas 250 Gram, Terdampar di Pali
Asep menyebutkan, keluarga baru mengetahui ada kecelakaan kapal setelah Ardian menelepon ibunya, beberapa hari setelah kejadian. Ardian dilaporkan selamat bersama empat orang lainnya, yakni Angga Pramudia, Hengki Kurniawan, Asep Suryana dan La Asri. Sisanya belum ada kabar.
“Katanya ada 10 orang yang diselamatkan kapal dari Syahbandar. Kalau yang orang Sukabumi yang katanya selamat tiga orang. Sisanya belum tahu kabarnya bagaimana. Terus katanya mereka ada yang sampai tiga hari tiga malam berenang menunggu pertolongan,” ungkap Asep.
Lihat Juga :