Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Pria Meloncat dari Jembatan Suramadu
Selasa, 07 September 2021 - 14:03 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Seseorang diduga anggota TNI AL nekat melakukan bunuh diri dengan cara meloncat dari Jembatan Suramadu, Senin (6/9/2021). Hal ini diketahui dari sebuah sepeda motor hitam ditinggal korban di tengah jembatan terpanjang di Indonesia tersebut.
Motor matic dengan plat nomor L 5625 FE, itu ditinggal dalam kondisi mesin, lampu dan sein kiri menyala. Korban diketahui berinisial W (53) asal Perum Cendana 1C, Kamal, Bangkalan, Madura. “Iya benar anggota TNI AL,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Giadi Nugraha, Selasa (7/9/2021).
Baca juga: Diduga Bunuh Diri, Tim SAR Gabungan Temukan Mayat Pria Loncat dari Jembatan Suramadu
Korban sempat meninggalkan barang-barang lain di tengah Jembatan Suramadu. Surat itu berisi curahan hati mengenai masalah rumah tangga. Dalam surat itu, korban menuliskan kekecewaannya terhadap sang istri yang dianggap tidak bisa melayaninya sepenuh hati.
Korban juga berulang kali meminta maaf kepada keempat anaknya lantaran tak bisa menjadi sosok ayah yang baik. Korban menyampaikan keputusasaannya karena merasa tak pantas hidup bersama sang istri dan anak-anak mereka. Polisi sendiri masih menyelidiki kebenaran surat ini.
Motor matic dengan plat nomor L 5625 FE, itu ditinggal dalam kondisi mesin, lampu dan sein kiri menyala. Korban diketahui berinisial W (53) asal Perum Cendana 1C, Kamal, Bangkalan, Madura. “Iya benar anggota TNI AL,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Giadi Nugraha, Selasa (7/9/2021).
Baca juga: Diduga Bunuh Diri, Tim SAR Gabungan Temukan Mayat Pria Loncat dari Jembatan Suramadu
Korban sempat meninggalkan barang-barang lain di tengah Jembatan Suramadu. Surat itu berisi curahan hati mengenai masalah rumah tangga. Dalam surat itu, korban menuliskan kekecewaannya terhadap sang istri yang dianggap tidak bisa melayaninya sepenuh hati.
Korban juga berulang kali meminta maaf kepada keempat anaknya lantaran tak bisa menjadi sosok ayah yang baik. Korban menyampaikan keputusasaannya karena merasa tak pantas hidup bersama sang istri dan anak-anak mereka. Polisi sendiri masih menyelidiki kebenaran surat ini.
Lihat Juga :