Atasi Banjir, Tanggul Darurat di Bantaran Sungai Masamba Dibangun
Senin, 06 September 2021 - 15:28 WIB
loading...
Tanggul darurat di bantaran sungai Masamba dibangun untuk mengatasi banjir. Foto: Istimewa
A
A
A
LUWU UTARA - Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPUTRPKP2) Luwu Utara, membangun tanggul darurat di bantaran sungai Masamba lingkungan Poddo.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTRPKP2 Luwu Utara, Sri Rahayu mengatakan, pembangunan itu menyusul adanya permintaan warga setempat setelah hujan deras terus melanda kota Masamba mengakibatkan air sungai memasuki pemukiman warga .
Baca Juga: Jadi Ketua Golkar Indah Bisa Berbuat Lebih Untuk Luwu Utara
"Sempat ditolak warga pada saat pemasangan tanggul berupa geotextil oleh balai pasca banjir bandang tahun lalu, namun pada saat hujan deras Minggu lalu masyarakat langsung yang meminta untuk dipasangkan tanggul," terang Sri Rahayu Minggu (05/09/2021) kemarin.
Sri menjelaskan, pembangunan tanggul yang dikerjakan sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) yaitu menggunakan metode perkuatan geotextil.
"Mungkin hanya sekitar 20 meter yang bisa kita tanggul saat ini, itu sesuai dengan persediaan geobag yang dibantukan BBWSPJ. Muda-mudahan setelah pemasangan ini kita berharap bisa mendapat bantuan lagi dari BBWSPJ," sambungnya.
Karena geobag terbatas, pembangunan tanggul di pasang pada titik-titik krusial yang menjadi sumber masuknya air ke pemukiman warga.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUTRPKP2 Luwu Utara, Sri Rahayu mengatakan, pembangunan itu menyusul adanya permintaan warga setempat setelah hujan deras terus melanda kota Masamba mengakibatkan air sungai memasuki pemukiman warga .
Baca Juga: Jadi Ketua Golkar Indah Bisa Berbuat Lebih Untuk Luwu Utara
"Sempat ditolak warga pada saat pemasangan tanggul berupa geotextil oleh balai pasca banjir bandang tahun lalu, namun pada saat hujan deras Minggu lalu masyarakat langsung yang meminta untuk dipasangkan tanggul," terang Sri Rahayu Minggu (05/09/2021) kemarin.
Sri menjelaskan, pembangunan tanggul yang dikerjakan sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) yaitu menggunakan metode perkuatan geotextil.
"Mungkin hanya sekitar 20 meter yang bisa kita tanggul saat ini, itu sesuai dengan persediaan geobag yang dibantukan BBWSPJ. Muda-mudahan setelah pemasangan ini kita berharap bisa mendapat bantuan lagi dari BBWSPJ," sambungnya.
Karena geobag terbatas, pembangunan tanggul di pasang pada titik-titik krusial yang menjadi sumber masuknya air ke pemukiman warga.
Lihat Juga :