Peduli Lingkungan, Lintasarta Bersama WWF Sasar Sungai Ciliwung
Senin, 06 September 2021 - 08:34 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 ikut memberikan masalah baru bagi lingkungan. Khusus untuk DKI Jakarta, ada kenaikan sampah limbah medis sebesar 45,9% (untuk periode Maret-Juli 2021). Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 ikut memberikan masalah baru bagi lingkungan. Penggunaan masker medis dan belanja kebutuhan penunjang kegiatan work from home ( WFH ) seperti makanan dan minuman cepat saji, serta belanja online yang banyak menggunakan kemasan plastik semakin meningkat.
Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, secara nasional terdapat 18.000 ton jumlah limbah B3 Covid-19 pada Juli 2021. Khusus untuk DKI Jakarta, ada kenaikan sampah limbah medis sebesar 45,9% (untuk periode Maret-Juli 2021). Baca juga: KPC Gelar Upacara HUT Ke 76 RI di Bantaran Sungai Ciliwung
Sementara sampah rumah tangga lainnya turut mengalami kenaikan seiring peningkatan belanja kebutuhan rumah tangga secara daring. Padahal sampah plastik yang dihasilkan membutuhkan waktu terurai puluhan bahkan ratusan tahun.
Untuk itu, Lintasarta menggandeng Yayasan WWF Indonesia menunjukan aksi nyata peduli lingkungan melalui kegiatan CSR Pilar Cinta Bumi.
“Dampak limbah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem, dan peningkatan timbunan limbah medis yang terbengkalai,” kata Ciliwung and Freshwater Project Leader Yayasan WWF Indonesia Agus Haryanto dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).
Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, secara nasional terdapat 18.000 ton jumlah limbah B3 Covid-19 pada Juli 2021. Khusus untuk DKI Jakarta, ada kenaikan sampah limbah medis sebesar 45,9% (untuk periode Maret-Juli 2021). Baca juga: KPC Gelar Upacara HUT Ke 76 RI di Bantaran Sungai Ciliwung
Sementara sampah rumah tangga lainnya turut mengalami kenaikan seiring peningkatan belanja kebutuhan rumah tangga secara daring. Padahal sampah plastik yang dihasilkan membutuhkan waktu terurai puluhan bahkan ratusan tahun.
Untuk itu, Lintasarta menggandeng Yayasan WWF Indonesia menunjukan aksi nyata peduli lingkungan melalui kegiatan CSR Pilar Cinta Bumi.
“Dampak limbah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, kerusakan ekosistem, dan peningkatan timbunan limbah medis yang terbengkalai,” kata Ciliwung and Freshwater Project Leader Yayasan WWF Indonesia Agus Haryanto dalam keterangannya, Senin (6/9/2021).
Lihat Juga :