PMKS di Makassar Tinggi, Legislator: Jadi PR untuk Dituntaskan

Jum'at, 03 September 2021 - 11:35 WIB
loading...
PMKS di Makassar Tinggi,...
Jumlah PMKS di Kota Makassar cukup tinggi, karena masih tingginya jumlah masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Keberadaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis dan Pengamen merupakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS ) yang perlu ditangani dengan baik oleh pemerintah.

Jumlah PMKS di Kota Makassar cukup tinggi, karena jumlah masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan yang juga tinggi.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Makassar , Rezki saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) No 2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis dan Pengamen di Kota Makassar di Hotel Claro Jalan AP Pettarani, Selasa (31/8/2021) lalu.

"Dari data Dinsos, hampir 400.000 masyarakat Makassar dari total 1,5 juta penduduknya itu masih berada di bawah garis kemiskinan, ini menjadi persoalan yang harus diselesaikan," katanya.

Baca Juga: Banyak Truk Beroperasi Siang Hari, Pemkot Perlu Lebih Tegas Tegakkan Aturan

Peran pemerintah dalam menjaring PMKS dan memberdayakan mereka merupakan kunci utama. Terlebih, golongan tersebut dijamin dalam Pasal 34 UUD 45, Fakir Miskin dan Anak-Anak Terlantar Dipelihara Oleh Negara.

"Namun ini masih banyak fenomena sosial yang justru berkebalikan dengan regulasi tersebut, ini jadi PR besar kita semua dan harus dituntaskan," ucap Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan tersebut.

"Faktanya banyak, kita lihat di mana-mana. Di warkop, bahkan kita lewat di perapatan-perapatan banyak kita temui mereka, jadi ini menjadi tugas kita bersama untuk diselesaikan," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Makassar , La Heru mengatakan ada peningkatan jumlah PMKS di Kota Makassar sejak periode 2020 lalu.

Baca Juga: Penyaluran Paket Bansos di Makassar Dinilai Perlu Libatkan Dewan

"Kemiskinan masih merupakan masalah besar, saat ini ada kurang lebih 91.294 KK atau 372.000 jiwa masyarakat Makassar yang berada di bawah garis kemiskinan. Hal ini kemudian menjadi penyebab utama permasalahan gelandangan, pengemis dan pemulung," ucapnya.

Selain jumlah kemiskinan, jumlah tren masyarakat terdampak Covid-19 juga meningkat. Bansos yang disalurkan tahun iniditingkatkan menjadi 100.000 dari tahun sebelumnya hanya sebanyak 60.000 menjadi salah satu tolak ukur.

"Kalau kita lihat memang trennya, sembako kemarin kan 60.000, Pak Dany ( Wali Kota Makassar ), program tahun ini 100.000 berarti banyak terdampak Covid. Banyak terdampak PPKM dan sebagainya, tapi tidak langsung merubah data itu, cuma ada kemungkinan," katanya.

Baca Juga: Dewan Makassar Desak Pembentukan Kurikulum Daring

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelang Ramadan, 25 Titik...
Jelang Ramadan, 25 Titik Rawan Pengemis di Kota Bandung Diawasi
Resahkan Warga, 6 Orang...
Resahkan Warga, 6 Orang PMKS Diringkus Satpol PP-WH di Banda Aceh
Kewalahan Antisipasi...
Kewalahan Antisipasi Lonjakan PMKS, Dinsos Bandung Bakal Libatkan Aparat Terkait
35 Titik Rawan PMKS,...
35 Titik Rawan PMKS, Sudinsos Jakpus Perketat Penjagaan Selama Ramadan
Kisah Pilu Manusia Silver...
Kisah Pilu Manusia Silver di Jakut, Kecanduan Obat Terlarang hingga Jadi Budak Seks
Razia PMKS di Penjaringan,...
Razia PMKS di Penjaringan, Petugas Sasar Manusia Gerobak hingga ODGJ
Rekomendasi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Berita Terkini
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved