Tanggul Sungai Citarum Retak dan Ambles, Warga Pebayuran Bekasi Resah
Kamis, 02 September 2021 - 11:24 WIB
loading...
Tanggul darurat yang dibangun di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, kembali retak. SINDOnews/Abdullah M Surjaya
A
A
A
BEKASI - Tanggul darurat yang dibangun di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi , kembali retak. Akibatnya, warga sekitar kembali dihantui banjir besar yang sempat merendam sembilan desa dengan ketinggian mencapai dua meter dan membuat ribuan warga mengungsi.
Tanggul darurat ini didirikan di dinding Sungai Citarum, tepat di titik di mana tanggul sempat ambruk pada Februari 2021. Kini tanggul yang dibuat dari batu alam dan ditopang tumpukan karung pasir ini kembali retak. (Baca juga; Belum Diperbaiki, Warga Perumahan Kemang Pratama Waswas Tanggul Jebol )
Bahkan, retaknya tanggul semakin parah hingga sepanjang 450 meter dan dikhawatirkan kembali jebol. Camat Pebayuran, Hanip Zulkifli berharap tanggul ini segera diperbaiki karena membahayakan warga sekitar. (Baca juga; Saluran Irigasi Kali Busa Tertutup Hamparan Sampah, Bau Busuk Menyengat dari Jarak 500 Meter )
”Jadi bukan cuma retak lagi, tapi permukaannya sudah turun, menyusut. Kalau yang retak tadinya cuma 80 meter sekarang jadi 450 meter, jadi harus segera ini dibenerin. Sudah kita laporkan kepada intansi terkait,” katanya.
Di lokasi ini, pada 20 Februari 2021, banjir besar menerjang ribuan rumah di sembilan desa di Pebayuran. Banjir yang disertai lumpur itu berasal dari jebolnya tanggul Citarum di Kampung Babakan Banten ini. Derasnya aliran sungai tak mampu lagi dibendung tanggul yang mulai rapuh. Alhasil, air meluap merendam pemukiman warga.
Tanggul darurat ini didirikan di dinding Sungai Citarum, tepat di titik di mana tanggul sempat ambruk pada Februari 2021. Kini tanggul yang dibuat dari batu alam dan ditopang tumpukan karung pasir ini kembali retak. (Baca juga; Belum Diperbaiki, Warga Perumahan Kemang Pratama Waswas Tanggul Jebol )
Bahkan, retaknya tanggul semakin parah hingga sepanjang 450 meter dan dikhawatirkan kembali jebol. Camat Pebayuran, Hanip Zulkifli berharap tanggul ini segera diperbaiki karena membahayakan warga sekitar. (Baca juga; Saluran Irigasi Kali Busa Tertutup Hamparan Sampah, Bau Busuk Menyengat dari Jarak 500 Meter )
”Jadi bukan cuma retak lagi, tapi permukaannya sudah turun, menyusut. Kalau yang retak tadinya cuma 80 meter sekarang jadi 450 meter, jadi harus segera ini dibenerin. Sudah kita laporkan kepada intansi terkait,” katanya.
Di lokasi ini, pada 20 Februari 2021, banjir besar menerjang ribuan rumah di sembilan desa di Pebayuran. Banjir yang disertai lumpur itu berasal dari jebolnya tanggul Citarum di Kampung Babakan Banten ini. Derasnya aliran sungai tak mampu lagi dibendung tanggul yang mulai rapuh. Alhasil, air meluap merendam pemukiman warga.
Lihat Juga :