57 Anak Yatim Akibat COVID-19 di Bandung Barat Diusulkan dapat Program Atensi dari Kemensos
Rabu, 01 September 2021 - 19:12 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
BANDUNG BARAT - Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah mengajukan data anak yang kehilangan orangtuanya seperti ayah, ibu, maupun keduanya karena meninggal dunia COVID-19 ke Kementerian Sosial.
"Kami sudah selesai melakukan pendataan, ada 57 anak di KBB yang kehilangan orangtuanya seperti ayah, ibu, maupun keduanya karena meninggal dunia akibat COVID-19," terang Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Disabilitas, Dinas Sosial KBB, Tin Kartini, Rabu (1/9/2021).
Baca juga: Polwan Cantik AKP Iis Puspita, dari Protokol Wapres Hingga Blusukan Daerah Terpencil
Tin mengatakan, dari jumlah 57 anak yang kehilangan orangtuanya itu ada yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu. Saat ini, data itu sudah diajukan ke Dinas Sosial Jabar untuk diajukan ke Kementerian Sosial supaya masuk kepada penerima bantuan dari pemerintah.
Program bantuannya dari Kemensos melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Yakni mencakup bantuan semua kebutuhan dasar anak, kebutuhan obat-obatan, vitamin, tes swab/PCR, vaksinasi, dan konseling anak, termasuk bagi pihak keluarga dari anak tersebut.
"Kami sudah selesai melakukan pendataan, ada 57 anak di KBB yang kehilangan orangtuanya seperti ayah, ibu, maupun keduanya karena meninggal dunia akibat COVID-19," terang Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Disabilitas, Dinas Sosial KBB, Tin Kartini, Rabu (1/9/2021).
Baca juga: Polwan Cantik AKP Iis Puspita, dari Protokol Wapres Hingga Blusukan Daerah Terpencil
Tin mengatakan, dari jumlah 57 anak yang kehilangan orangtuanya itu ada yang menjadi yatim, piatu, dan yatim piatu. Saat ini, data itu sudah diajukan ke Dinas Sosial Jabar untuk diajukan ke Kementerian Sosial supaya masuk kepada penerima bantuan dari pemerintah.
Program bantuannya dari Kemensos melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi). Yakni mencakup bantuan semua kebutuhan dasar anak, kebutuhan obat-obatan, vitamin, tes swab/PCR, vaksinasi, dan konseling anak, termasuk bagi pihak keluarga dari anak tersebut.
Lihat Juga :