Setiap Hari Ada 540 Anak Terlahir dengan Kondisi Bibir Sumbing
Rabu, 01 September 2021 - 09:03 WIB
loading...
Baksos operasi gratis bibir sumbing di Surabaya beberapa waktu lalu. SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Kelahiran anak dengan bibir sumbing atau celah langit-langit kian memprihatinkan. Apabila tidak ditangani, kondisi tersebut dapat membawa dampak berkepanjangan bagi fisik maupun psikologi anak.
Ketua Yayasan Dewi Kasih, Kepala UNEJ Medical Center sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember, Dokter Spesialis Bedah Plastik dr. Ulfa Elfiah, menyebut di dunia setiap hari ada 540 anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing . Bahkan di Jember, rasio angka pasien bibir sumbing mencapai 1:1.000 pada tahun 2019.
Angka ini mencerminkan bahwa butuh perhatian khusus dan serius agar tercipta kemudahan akses untuk mendapatkan penanganan bibir sumbing secara komprehensif, baik dari sebelum, saat, hingga sesudah operasi.
"Masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur hendaknya kini makin aware untuk berperan aktif. Apalagi Smile Train Indonesia kini sudah bermitra dengan banyak pihak untuk menyediakan operasi dan perawatan gratis, sehingga akses pun menjadi lebih luas dan terbuka," katanya, Selasa (31/8).
Ia menjelaskan, kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit adalah salah satu bentuk kelainan daerah kraniofasial (tulang kepala dan tulang wajah) yang ditandai dengan adanya celah pada bibir, gusi, dan langit-langit akibat gangguan fusi (fusion) pada masa kandungan. Penyebabnya kerap tidak diketahui pasti, namun fokus terpenting adalah penanganannya.
Ketua Yayasan Dewi Kasih, Kepala UNEJ Medical Center sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Jember, Dokter Spesialis Bedah Plastik dr. Ulfa Elfiah, menyebut di dunia setiap hari ada 540 anak yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing . Bahkan di Jember, rasio angka pasien bibir sumbing mencapai 1:1.000 pada tahun 2019.
Angka ini mencerminkan bahwa butuh perhatian khusus dan serius agar tercipta kemudahan akses untuk mendapatkan penanganan bibir sumbing secara komprehensif, baik dari sebelum, saat, hingga sesudah operasi.
"Masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur hendaknya kini makin aware untuk berperan aktif. Apalagi Smile Train Indonesia kini sudah bermitra dengan banyak pihak untuk menyediakan operasi dan perawatan gratis, sehingga akses pun menjadi lebih luas dan terbuka," katanya, Selasa (31/8).
Ia menjelaskan, kondisi bibir sumbing dan celah langit-langit adalah salah satu bentuk kelainan daerah kraniofasial (tulang kepala dan tulang wajah) yang ditandai dengan adanya celah pada bibir, gusi, dan langit-langit akibat gangguan fusi (fusion) pada masa kandungan. Penyebabnya kerap tidak diketahui pasti, namun fokus terpenting adalah penanganannya.
Lihat Juga :