Sejarah Pendidikan Jakarta dan Sekolah Guru Pertama di Batavia

Minggu, 29 Agustus 2021 - 06:00 WIB
loading...
A A A
Ada sedikit perbedaan sekolah guru kweekschool dengan sekolah guru normaalschool. Pada sekolah guru normaalschool (openbare) dimungkinkan guru-guru yang belum memiliki sertifikat guru bantu kweekschool (hulponderwijzer) dapat mengikuti pendidikan di sekolah guru normaalschool (dianggap sebagai partikelir).

Baca juga: Di Era Gubernur DKI Jakarta Ini Monas dan Patung Selamat Datang Dibangun

Sekolah guru Normaalschool di Batavia adalah yang pertama. Lalu setelah di Batavia, normaalschool berikutnya didirikan di Semarang dan Soerabaja (Surabaya). Pendirian sekolah guru normaalschool di Batavia berdasarkan keputusan Gouverneur Generaal, 1 Januari 1871 tentang Kurikulum Normaalschool Batavia. Kurikulum dibagi menjadi beberapa bagian, yakni bahasa Belanda, sastra, aritmatika, geografi, fisika, pengetahuan alam, musik, pedagogik dan mengarang.

Guru yang diangkat adalah SE Harthoorn, FL vau Ruijven, HJ Hardeman, KL van Schouwenburg dan Dr C de Gavere dan H, Meijll. Lama pendidikan selama dua tahun. Guru-guru sekolah dasar yang tidakl lulus sekolah guru kweekschool dapat mengikuti program pendidikan (secara penuh).

Pada tahun 1886 (pasca reorganisasi pendidikan) pemerintah melakukan kembali penilaian terhadap sekolah guru yang ada. Dua sekolah guru terbaik adalah sekolah guru kweekschool Padang Sidempoean (Padang Sidimpuan/Sumatara Utara) dan kweekschool Probolingo.
Kweekschool Padang Sidempoean dibuka tahun 1879, pengganti Kweekschool Tanobato yang ditutup tahun 1874.

Direktur Kweekschool Padang Sidempoean adalah Charles Adrian van Ophuijsen. Sebelum reorganisasi pendidikan, sekolah guru terbaik adalah Kweekschool Tanobatoe yang dipimpin oleh Sati Nasution alias Willem Iskander.

Sekolah guru Normaalschool Batavia dalam perjalanan tidak memuaskan. Sejak 1871 Normaalschool Batavia hanya menghasilkan guru sebanyak 59 orang selama 18 tahun hingga tahun 1889. Muncul berbagai keluhan terhadap kinerja normaalschool di Batavia.

Keluhan utama soal guru-gurunya tua yang dibantu oleh guru-guru wanita muda (yang belum berpengalaman). Turn over guru-guru di Normaalschool Batavia juga dituding sebagai biang kerok rendahnya jumlah lulusan. Disebutkan, kasus Batavia ini kurang lebih sama dengan Semarang dan Soerabaja. Lalu sekolah Normaalschool Soerabaja disarankan digabung ke Batavia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
Rekomendasi
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Eksepsinya Dikabulkan,...
Eksepsinya Dikabulkan, Dokter Tifa Nyatakan Tetap Berjuang Bongkar Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Hadir di IFBC Yogyakarta...
Hadir di IFBC Yogyakarta 2026, Booth Bingxue Dipadati Calon Mitra
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
KDM Buka Lowongan Kerja,...
KDM Buka Lowongan Kerja, Buru Begal Komisi Rp50 Juta
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved