Hadapi Pemudik, Tiap Desa di Jatim Wajib Siapkan Ruang Observasi
Selasa, 21 April 2020 - 14:43 WIB
loading...
Pemprov Jatim terus mengimbau agar warga Jatim di perantauan tidak pulang kampung (mudik). Kalau terlanjur mudik maka wajib masuk ruang observasi di tiap desa.
A
A
A
SURABAYA - Pemprov Jawa Timur (Jatim) terus mengimbau agar warga Jatim yang ada di perantauan tidak pulang kampung alias mudik . Kalaupun sudah terlanjur tiba di Jatim, maka mereka harus segera singgah terlebih dulu ke ruang observasi yang telah disiapkan di masing-masing desa atau kelurahan yang tersebar di Jatim.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memaparkan bahwa hingga Jumat (17/4/2020) tercacat sudah tersedia sebanyak 6.343 ruang observasi atau setara dengan 74,5% dari 7.724 desa dan 777 kelurahan. Ruang observasi ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 di tingkat desa maupun kelurahan. “Ruang observasi ini penting khususnya untuk mengantisipasi gelombang pemudik yang diprediksi akan berdatangan masuk ke Jatim jelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri,” katanya. (Baca juga: Jokowi Larang Mudik di Tengah Pandemi Corona)
Saat ini, ribuan pemudik dari luar daerah masuk ke Jatim. Dengan diobservasi yang ada di masing-masing desa, perantau yang pulang kampung juga tidak berat karena masih bisa bertemu dengan keluarga dengan jarak aman. “Kami minta desa atau kelurahan yang belum punya ruang observasi, segera bangun ruang observasi. Dari data ada masih ada 25,5 persen desa maupun kelurahan yang belum punya ruang observasi. Surabaya misalnya, baru 20 persen (dari total jumlah kelurahan),” ujar Khofifah. (Baca juga: Larang Mudik, Pemerintah Harus Beri Kompensasi kepada Masyarakat)
Mantan Menteri Sosial itu mengungkapkan, selain Surabaya ada sejumlah daerah lain yang desa maupun kelurahannya belum menyiapkan ruang observasi. Kota Blitar misalnya, hanya sebesar 14,3% dari total jumlah kelurahan. Sedangkan daerah yang desa maupun kelurahannya sudah menyiapkan ruang observasi adalah Banyuwangi, Sumenep dan sejumlah wilayah lainnya. (Baca juga: Jokowi Larang Mudik Lebaran, PKS: Terlambat)
“Surabaya sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya. Tercatat hingga Senin (20/4/2020) jumlah warga yang positif COVID-19 di Jatim mencapai 588 orang. Dari jumlah tersebut yang masih dirawat mencapai 433 orang. Surabaya tercapat menempati posisi pertama dengan 299 kasus positif COVOD-19, Sidoarjo 57 kasus, Lamongan 28 kasus, Gresik 20 kasus, dan Malang 18 kasus.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memaparkan bahwa hingga Jumat (17/4/2020) tercacat sudah tersedia sebanyak 6.343 ruang observasi atau setara dengan 74,5% dari 7.724 desa dan 777 kelurahan. Ruang observasi ini bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 di tingkat desa maupun kelurahan. “Ruang observasi ini penting khususnya untuk mengantisipasi gelombang pemudik yang diprediksi akan berdatangan masuk ke Jatim jelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri,” katanya. (Baca juga: Jokowi Larang Mudik di Tengah Pandemi Corona)
Saat ini, ribuan pemudik dari luar daerah masuk ke Jatim. Dengan diobservasi yang ada di masing-masing desa, perantau yang pulang kampung juga tidak berat karena masih bisa bertemu dengan keluarga dengan jarak aman. “Kami minta desa atau kelurahan yang belum punya ruang observasi, segera bangun ruang observasi. Dari data ada masih ada 25,5 persen desa maupun kelurahan yang belum punya ruang observasi. Surabaya misalnya, baru 20 persen (dari total jumlah kelurahan),” ujar Khofifah. (Baca juga: Larang Mudik, Pemerintah Harus Beri Kompensasi kepada Masyarakat)
Mantan Menteri Sosial itu mengungkapkan, selain Surabaya ada sejumlah daerah lain yang desa maupun kelurahannya belum menyiapkan ruang observasi. Kota Blitar misalnya, hanya sebesar 14,3% dari total jumlah kelurahan. Sedangkan daerah yang desa maupun kelurahannya sudah menyiapkan ruang observasi adalah Banyuwangi, Sumenep dan sejumlah wilayah lainnya. (Baca juga: Jokowi Larang Mudik Lebaran, PKS: Terlambat)
“Surabaya sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya. Tercatat hingga Senin (20/4/2020) jumlah warga yang positif COVID-19 di Jatim mencapai 588 orang. Dari jumlah tersebut yang masih dirawat mencapai 433 orang. Surabaya tercapat menempati posisi pertama dengan 299 kasus positif COVOD-19, Sidoarjo 57 kasus, Lamongan 28 kasus, Gresik 20 kasus, dan Malang 18 kasus.
Lihat Juga :