Pilar Saga Jemput Bocah Korban Penganiayaan di Tangsel, Begini Kondisinya
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 11:19 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan turun tangan dalam kasus penganiayaan bocah 3,5 yang sebelumnya ditulis 4 tahun karena dianiaya ibu angkatnya. Bayi di bawah lima tahun itu langsung dijemput Saga Ichsan setelah kasus penganiayaan di Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangsel, tadi malam itu viral di medsos.
"Kami bersama Kapolres Tangsel dan jajaran baru saja melakukan penjemputan seorang anak lelaki berusia 3,5 tahun di rumahnya yang diduga dianiaya oleh orang tua," kata Pilar kepada wartawan, Sabtu (21/8/2012). Baca juga: Video Viral, Ibu Banting Anak Usia 4 Tahun ke Lantai Berkali-kali
Dilanjutkan dia, saat dilakukan pemeriksaan fisik kepada anak laki-laki itu, didapati banyak luka lebam pada tubuhnya, terutama di bagian punggung yang diduga karena pukulan atau bantingan.
"Juga ada beberapa bekas luka lainnya dibeberapa titik tubuh, seperti dahi, kaki, tangan, dan perut yang belum diketahui pasti penyebabnya. Saat ini adik B sudah kami amankan untuk dilakukan visum di RSU Tangsel," jelasnya.
Setelah dilakukan visum, bocah B akan diamankan di rumah aman di bawah pengawasan Dinas Sosial Kota Tangsel. Pihaknya pun akan memanggil psikolog untuk melakukan trauma healing terhadap mental anak tersebut.
"Kami bersama Kapolres Tangsel dan jajaran baru saja melakukan penjemputan seorang anak lelaki berusia 3,5 tahun di rumahnya yang diduga dianiaya oleh orang tua," kata Pilar kepada wartawan, Sabtu (21/8/2012). Baca juga: Video Viral, Ibu Banting Anak Usia 4 Tahun ke Lantai Berkali-kali
Dilanjutkan dia, saat dilakukan pemeriksaan fisik kepada anak laki-laki itu, didapati banyak luka lebam pada tubuhnya, terutama di bagian punggung yang diduga karena pukulan atau bantingan.
"Juga ada beberapa bekas luka lainnya dibeberapa titik tubuh, seperti dahi, kaki, tangan, dan perut yang belum diketahui pasti penyebabnya. Saat ini adik B sudah kami amankan untuk dilakukan visum di RSU Tangsel," jelasnya.
Setelah dilakukan visum, bocah B akan diamankan di rumah aman di bawah pengawasan Dinas Sosial Kota Tangsel. Pihaknya pun akan memanggil psikolog untuk melakukan trauma healing terhadap mental anak tersebut.
Lihat Juga :