Warga Pindah Tidak Lapor Jadi Penghambat Percepatan Vaksinasi Covid-19 di Kramat Jati
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 22:35 WIB
loading...
Camat Kramat Jati, Eka Darmawan. Foto: SINDOnews/Okto Rizki Alpino
A
A
A
JAKARTA - Capaian vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, terkendala data kependudukan. Dari target 252.661 jiwa warga Kramat Jati yang harus divaksin, program tersebut hanya baru menyasar 67 persen atau 141.000 jiwa.
Camat Kramat Jati, Eka Darmawan, mengatakan, salah satu faktor penghambat capaian target vaksinasi belum rampung disebabkan karena data kependudukan warga Kramat Jati yang berubah atau pindah domisili.
Baca juga: 35 Faskes di Jakarta Sediakan Vaksin Moderna bagi Pengidap Autoimun dan Komorbid, Berikut Daftarnya
"Contohnya di Kelurahan Kramat Jati, setelah dilaksanakan vaksinasi, itu target dari Dukcapil tersisa 13.000. Ternyata kondisi lapangan, setelah diverifikasi data oleh Lurah dan Dasawisma, FKDM, RT dan RW itu hanya 6.000 sisa warga yang belum vaksin," ujarnya di Puskemas Kramat Jati, Jumat (20/8/2021).
Menurutnya, data tersebut sudah tidak lagi relevan karena 7.000 warga Kramat Jati yang terdata di Dukcapil DKI Jakarta, sudah tidak tinggal di wilayahnya. Hal itu terjadi lantaran sebagian warga yang menetap di wilayah terkena relokasi.
Camat Kramat Jati, Eka Darmawan, mengatakan, salah satu faktor penghambat capaian target vaksinasi belum rampung disebabkan karena data kependudukan warga Kramat Jati yang berubah atau pindah domisili.
Baca juga: 35 Faskes di Jakarta Sediakan Vaksin Moderna bagi Pengidap Autoimun dan Komorbid, Berikut Daftarnya
"Contohnya di Kelurahan Kramat Jati, setelah dilaksanakan vaksinasi, itu target dari Dukcapil tersisa 13.000. Ternyata kondisi lapangan, setelah diverifikasi data oleh Lurah dan Dasawisma, FKDM, RT dan RW itu hanya 6.000 sisa warga yang belum vaksin," ujarnya di Puskemas Kramat Jati, Jumat (20/8/2021).
Menurutnya, data tersebut sudah tidak lagi relevan karena 7.000 warga Kramat Jati yang terdata di Dukcapil DKI Jakarta, sudah tidak tinggal di wilayahnya. Hal itu terjadi lantaran sebagian warga yang menetap di wilayah terkena relokasi.
Lihat Juga :