PPKM Diperpanjang, GMNI: Masyarakat Menengah ke Bawah Paling Berdampak
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 14:10 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP GMNI Muhammad Ageng Dendy Setiawan. Foto: Ist
A
A
A
JAKARTA - Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 23 Agustus 2021 perlu dievaluasi. Alasannya, kebijakan tersebut berakibat pada perekonomian warga menengah ke bawah.
“PPKM ini harus dievaluasi, karena persoalan ekonomi masyarakat tidak kalah penting,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP GMNI Muhammad Ageng Dendy Setiawan dalam keterangannya, Jumat (20/8/2021). Baca juga: Bhayangkari Metro Jaya Gelar Baksos untuk Warga Terdampak Covid-19 di Depok
Menurut dia, penerapan PPKM dapat membuat masyarakat menengah ke bawah sengsara. Karena, masyarakat menengah selalu mencari nafkah keluar rumah.
“Penerapan PPKM itu bisa membunuh perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah, yang mana mereka harus keluar rumah untuk mencari makan, harus ada solusi dari negara,” katanya.
“Bansos sudah ada, tapi apakah sudah merata dan sudah sesuai targetkah? Bagaimana rakyat yang tidak punya KTP, kemudian dia tidak bisa mengakses bantuan, terlebih rakyat tersebut sudah usia lanjut yang bingung cara ngurus KTP?” katanya.
“PPKM ini harus dievaluasi, karena persoalan ekonomi masyarakat tidak kalah penting,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP GMNI Muhammad Ageng Dendy Setiawan dalam keterangannya, Jumat (20/8/2021). Baca juga: Bhayangkari Metro Jaya Gelar Baksos untuk Warga Terdampak Covid-19 di Depok
Menurut dia, penerapan PPKM dapat membuat masyarakat menengah ke bawah sengsara. Karena, masyarakat menengah selalu mencari nafkah keluar rumah.
“Penerapan PPKM itu bisa membunuh perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah, yang mana mereka harus keluar rumah untuk mencari makan, harus ada solusi dari negara,” katanya.
“Bansos sudah ada, tapi apakah sudah merata dan sudah sesuai targetkah? Bagaimana rakyat yang tidak punya KTP, kemudian dia tidak bisa mengakses bantuan, terlebih rakyat tersebut sudah usia lanjut yang bingung cara ngurus KTP?” katanya.
Lihat Juga :