Antisipasi Banjir Jelang Musim Hujan, Anggota DPRD DKI Kenneth Sidak Pengerukan Lumpur di Waduk Grogol
Rabu, 18 Agustus 2021 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
"Pengerukan dilakukan agar memperbesar dimensi waduk dan volume air yang tertampung bisa lebih banyak, sehingga air tidak akan meluap ke jalan dan bisa mengakibatkan banjir. Selain itu, saya juga akan meminta kepada Dinas LH (Lingkungan Hidup) supaya mempersiapkan semua Satgas UPK Badan Air agar stand by di setiap rumah pompa untuk gerak cepat membersihkan sampah yang menumpuk agar tidak mengganggu kinerja rumah pompa pada saat curah hujan yang tinggi," tutur Kent.
Kent menilai, banjir yang kerap terjadi di Jakarta adalah akibat dari pengelolaan tata ruang yang bermasalah. Banjir akan bisa teratasi jika sarana dan prasarana tertata dengan baik. Seluruh sistem yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta harus terintegrasi dengan baik, seperti pompa air, sungai, dan aliran drainase.
"Drainase kita ini sangat buruk. Hasil temuan saya di lapangan, banyak sekali sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik dalam mengantisipasi banjir. Lalu pembangunan crossing hingga turap di sejumlah kali harus dikerjakan dengan cepat," ucap Kent.
Kemudian, permasalahan pembebasan lahan untuk pemasangan sheet pile di bantaran DAS (Daerah Aliran Sungai) dalam mengantisipasi banjir kiriman, juga tidak terlaksana dengan maksimal dan anggaran pembebasan lahan ini tidak terserap dengan baik.
"Saya yakin sekali jika sheet pile seluruhnya terpasang, baik di pinggir Kali Angke, Kali Pesanggarahan, dan Kali Ciliwung, permasalahan banjir di Jakarta akibat air kiriman akan bisa teratasi," tuturnya.
Selain masalah sheet pile, Kent juga meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar bisa terus mengedukasi warga supaya tidak membuang sampah sembarangan ke kali. Jika hal itu terjadi, sampah akan menyangkut di pompa air sehingga bisa membuat kinerja pompa air tidak maksimal jika terjadi hujan lebat.
Kent menilai, banjir yang kerap terjadi di Jakarta adalah akibat dari pengelolaan tata ruang yang bermasalah. Banjir akan bisa teratasi jika sarana dan prasarana tertata dengan baik. Seluruh sistem yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta harus terintegrasi dengan baik, seperti pompa air, sungai, dan aliran drainase.
"Drainase kita ini sangat buruk. Hasil temuan saya di lapangan, banyak sekali sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik dalam mengantisipasi banjir. Lalu pembangunan crossing hingga turap di sejumlah kali harus dikerjakan dengan cepat," ucap Kent.
Kemudian, permasalahan pembebasan lahan untuk pemasangan sheet pile di bantaran DAS (Daerah Aliran Sungai) dalam mengantisipasi banjir kiriman, juga tidak terlaksana dengan maksimal dan anggaran pembebasan lahan ini tidak terserap dengan baik.
"Saya yakin sekali jika sheet pile seluruhnya terpasang, baik di pinggir Kali Angke, Kali Pesanggarahan, dan Kali Ciliwung, permasalahan banjir di Jakarta akibat air kiriman akan bisa teratasi," tuturnya.
Selain masalah sheet pile, Kent juga meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar bisa terus mengedukasi warga supaya tidak membuang sampah sembarangan ke kali. Jika hal itu terjadi, sampah akan menyangkut di pompa air sehingga bisa membuat kinerja pompa air tidak maksimal jika terjadi hujan lebat.
Lihat Juga :