Sopir Truk Dipungli Rp1 Juta di Bandung, 13 Orang Ditangkap Termasuk Oknum Polisi

Senin, 16 Agustus 2021 - 19:14 WIB
loading...
Sopir Truk Dipungli...
Polrestabes Bandung menangkap 13 pelaku termasuk oknum polisi yang melakukan pungli Rp1 juta kepada sopir truk kontainer di Pasar Induk Caringin. Foto/Ist
A A A
BANDUNG - Warga Bandung dihebohkan aksi pungutan liar (pungli) yang menimpa sopir truk kontainer hingga Rp1 juta di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung, Jawa Barat.

Aksi dugaan pungli tersebut sempat terekam kamera video dan viral di media sosial (medsos), Minggu (15/8/2021) kemarin. Sopir truk korban pungli itu pun membagikan ceritanya saat dimintai uang oleh sejumlah petugas, termasuk salah satunya oknum anggota polisi.

Hanya berselang satu hari setelah video dan informasi tersebut viral, jajaran Polrestabes Bandung langsung melakukan penindakan dan berhasil mengamankan 13 orang, termasuk salah seorang di antaranya oknum polisi yang merupakan anggota Polsek Babakan Ciparay berinisial Aiptu B.

"Aiptu B ini anggota polsek. Dia mengakui meminta uang Rp100.000, ngakunya sekali itu saja. Sudah diamankan dan diperiksa di Propam," ungkap Wakapolrestabes Bandung, AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Senin (16/8/2021).

Baca juga: Tim Saber Pungli Jabar Temukan Indikasi Pemalsuan Kualitas Beras BPNT

Adapun 12 orang lainnya, lanjut Yoris, adalah petugas yang berjaga di Pos Pasar Caringin. Menurut dia, ke-12 orang itu masih berstatus sebagai saksi dan masih menjalani pemeriksaan. Dari tangan mereka, polisi pun mengamankan sejumlah uang tunai.

Baca juga: Kisah Horor! Hilang Misterius 2 Hari Pekerja di Manado Diajak Makan Noni Belanda

Lebih lanjut Yoris mengatakan, pihaknya kini tengah menelusuri ada tidaknya unsur pidana yang dilakukan oleh ke-12 orang itu. Yoris juga mengatakan bahwa permintaan uang kepada sopir truk di Pasar Induk Caringin sudah berlangsung lama.

"Kegiatan ini sudah berlangsung lama, kita lakukan penyelidikan apakah keberadaan uang ini ada terkait tindak pidana. Kita juga akan koordinasi dengan Pemkot Bandung karena pasar ini milik swasta, bukan milik pemerintah," katanya.

Yoris menambahkan, mengacu pada Peraturan Wali Kota Bandung, tarif parkir kendaraan maksimal Rp20.000. Dengan demikian, terdapat selisih cukup besar antara jumlah uang yang ditarik petugas Pasar Induk Caringin dan nominal tarif parkir dalam aturan tersebut.

"Berdasarkan perwal, setiap angkutan parkir itu memang paling banyak Rp20.000, namun pihak pengelola mengambil kebijakan bagi truk besar yang masuk itu Rp415.000," kata Yoris seraya mengimbau sopir lainnya yang merasa menjadi korban pungli serupa untuk melapor ke kepolisian.

Diketahui, informasi terkait sisi gelap di pasar terbesar di Kota Bandung itu pertama kalinya diunggah oleh pengguna akun Facebook bernama Angga Dinata. Dia menceritakan kegelisahannya mengenai biaya yang harus dikeluarkan saat masuk ke area pasar untuk mengantarkan barang.

"Saya masuk ke pintu pertama pasar Induk Caringin diminta uang parkir Rp415.000. Pintu masuk kedua, dipinta lagi Rp 270.000. Pas bongkar (muatan barang) tiba-tiba ada polisi datang minta yang ke saya Rp100.000, bilangnya uang cas apalah saya tidak tahu," tulis dia.

Tak sampai di situ, setelah selesai membongkar muatan, dia kembali harus merogoh uang Rp50.000 karena ada permintaan dari pria yang mengaku sebagai petugas keamanan. Unggahan itu mendapat reaksi beragam dari warganet.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sahroni Minta Polisi...
Sahroni Minta Polisi Tindak Tegas Pungli Pengendara di Jakbar Biar Gak Menjamur!
Polda NTT Ungkap 27...
Polda NTT Ungkap 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 2 Oknum Polisi Jadi Tersangka
Kanal Aduan Jadi Kunci...
Kanal Aduan Jadi Kunci Pengungkapan Kasus Dugaan Pungli di Lapas Blitar
Pungli Mobil Derek di...
Pungli Mobil Derek di Tol Semarang-Solo, Jasa Marga Telusuri Oknum Pelaku
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Lebaran Berdampak pada Penghasilan Sopir hingga Pedagang
Oknum Brimob Aniaya...
Oknum Brimob Aniaya hingga Tewas Siswa MTs di Maluku, Selly PDIP: Cerminan Arogansi APH
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Jika Perang Nuklir Terjadi,...
Jika Perang Nuklir Terjadi, 300 Juta Orang di AS Bisa lenyap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved