Dugaan Korupsi BOK Dinkes, Bendahara Hingga Plt Kadinkes Diperiksa

Jum'at, 29 Mei 2020 - 09:38 WIB
loading...
Dugaan Korupsi BOK Dinkes,...
Dugaan kasus korupsi di Dinkes Bulukumba terus didalami pihak kepolisian. Foto: Ilustrasi
A A A
BULUKUMBA - Satuan Reskrim Polres Bulukumba telah memeriksa 35 orang saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bukukumba tahun anggaran 2019 yang merugikan negara kurang lebih Rp2 miliar.

Dari 35 orang saksi, dua diantara saksi yang diperiksa, yakni Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan di tahun 2019, Andi Ade Ariadi, dan Bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba, serta seluruh Kepala dan Bendahara Puskesmas se-Kabupaten Bulukumba.

Kasat Reskrim Bulukumba , AKP Berry Juana Putra mebenarkan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat teras yang diantaranya Plt Kadinkes dan Bendahara Dinkes. Pemeriksaan terkahap sejumlah Kepala Puskemas dan Bendahara Puskemas juga diperiksa pihak penyidik kepolisian.

"Sudah ada 35 saksi yang kita periksa, termasuk Plt Kadinkes dan Bendahara serta pihak lainnya yang terkait. Ini akan terus kita dalami untuk mengumpulkan keterangan dan bukti lainnya. Keduanya akan kita periksa terus terkait hal ini," katanya, Kamis, (28/05/2020).

Baca Juga: Korupsi Dana BOK Dinkes Bulukumba Terendus, Sejumlah Pejabat Diperiksa

Berry mengaku untuk sebagai penguatan penyelidikan, pihaknya telah mengirim surat resmi ke Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk melakukan proses audit agar mengetahui kemana dana BOK tersebut mengalir dan mengetahui besaran kerugian negara yang diakibatkan.

"Kita sudah menyurat ke BPK untuk melakukan audit. Sementara saat ini masih penyelidikan, kemudian naik ke penyidikan, setelahnya baru penetapan tersangka. Nanti kalau ada penetapan tersangka, akan kita rilis," tegas mantan Kasat Narkoba Polres Pinrang ini.

Dalam pemeriksaan, Berry menjelaskan bahwa pihaknya memeriksa pengurangan anggaran yang dilakukan dalam penyaluran anggaran yang terjadi di setiap Puskemas di Kabupaten Bulukumba. Dimana jumlah yang disalurkan tidak sebanding dengan jumlah pertanggungjawaban.

"Misalnya, dialokasikan anggaran sebesar Rp950 juta tetapi yang disalurkan ke Puskesmas hanya Rp650 juta. Nah ini yang kita liat, kenapa tidak transparan," jelasnya lagi.

Diketahui, dari Rp17 miliar dana BOK, Dinkes kebagian Rp2 miliar dan Rp15 miliar lainnya disalurkan ke Puskesmas. Hanya saja, penyaluran yang dilakukan diduga tidak sesuai dan hanya terdapat Rp10 miliar yang tersalurkan, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara mencapai Rp4 miliar. Hal itu juga dikuatkan masing-masing Puskesmas tidak memperlihatkan bukti-bukti penggunaan sesuai dana yang tertera.

"Ada dugaan distribusi dana BOK ke masing-masing Puskesmas, tidak sesuai dengan jumlah yang tertera," kata Kapolres Bulukumba AKBP Gany Alamsyah Hatta.

Baca Juga: Polisi Periksa Kadis Sosial Bulukumba Terkait Bantuan Covid-19
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bareskrim Batal Periksa...
Bareskrim Batal Periksa Ketua Kadin Sultra Hari Ini, Alasan Sakit
Dugaan Korupsi Aset...
Dugaan Korupsi Aset UIN Syarif Hidayatullah Diselidiki Kejati, Mantan Rektor Turut Dipanggil
Sidang Sri Purnomo,...
Sidang Sri Purnomo, 3 Ahli Sebut Tidak Tepat Kasus Hibah Pariwisata Sleman 2020 Dijerat Korupsi
Ditjenpas Pastikan Eks...
Ditjenpas Pastikan Eks Walkot Bekasi Rahmat Effendi Masih Jalani Hukuman di Lapas Cibinong
Kiai Jabar-DKI Gelar...
Kiai Jabar-DKI Gelar Forum Bahtsul Masail Bahas Pengurus PBNU Jadi Tersangka Korupsi
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan 4 Tersangka Baru di Kasus Dugaan Korupsi Pembiayaan Ekspor LPEI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Berita Terkini
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved