Balon Udara dan Petasan Meledak Hancurkan 4 Rumah serta 1 SMP, Polisi Temukan Petasan 5 Kg
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 19:15 WIB
loading...
Ledakan balon udara dan petasan merusak empat rumah dan satu gedung SMP di kabupaten Ponorogo. Foto/iNews TV/Ahmad Subekhi
A
A
A
PONOROGO - Ledakan balon udara dan petasan menggemparkan warga Kabupaten Ponorogo. Akibat ledakan tersebut, empat rumah dan satu gedung SMP rusak. Para korban pemilik rumah hingga kini masih mengalami trauma.
Baca juga: Ngeri, Ledakan Balon Udara Hancurkan 3 Rumah dan Gedung SMP di Ponorogo
Anggota Satreskrim Polres Ponorogo, langsung melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah milik Lahuri warga Dusun Ta'ab, Desa Sumoroto, Kabupaten Ponorogo. Rumah tersebut rusak parah setelah dihantam ledakan balon udara dan petasan.
Polisi juga melakukan penyisiran lokasi kejadian, hasilnya ditemukan satu petasan raksasa seberat 5 kg, dengan diameter 20 cm, dan panjang 40 cm. Petasan tersebut, diduga belum sempat meledak.
Baca juga: Turunkan Jenazah COVID-19 Mobil Ambulans di Situbondo Mogok, Petugas Kelelahan Mendorong
Istri Lahuri, Masri mengaku trauma oleh adanya ledakan petasan dan balon udara tersebut. "ledakannya sangat kuat, hingga membuat rumah hancur. Saya kaget dan takut, karena getaran dan suaranya sangat keras," tuturnya.
Kejadian ledakan balon udara dan petasan ini terjadi Jumat (6/8/2021) pagi. Balon udara yang diterbangkan dengan api dan membawa petasan jatuh di jalan desa, lalu meledak hebat hingga merusak empat rumah warga serta gedung SMP Negeri 2 Kauman.
Baca juga: Anak-anak di Kota Madiun Jadi Yatim Piatu Akibat COVID-19, Wali Kota Turun Gunung
Satreskrim Polres Ponorogo, terus intensif menyelidiki kasus ini. Selain melakukan olah TKP, sejumlah saksi masih dimintai keterangan. Polisi juga masih memburu pelaku perbangan balon tersebut.
Baca juga: Ngeri, Ledakan Balon Udara Hancurkan 3 Rumah dan Gedung SMP di Ponorogo
Anggota Satreskrim Polres Ponorogo, langsung melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah milik Lahuri warga Dusun Ta'ab, Desa Sumoroto, Kabupaten Ponorogo. Rumah tersebut rusak parah setelah dihantam ledakan balon udara dan petasan.
Polisi juga melakukan penyisiran lokasi kejadian, hasilnya ditemukan satu petasan raksasa seberat 5 kg, dengan diameter 20 cm, dan panjang 40 cm. Petasan tersebut, diduga belum sempat meledak.
Baca juga: Turunkan Jenazah COVID-19 Mobil Ambulans di Situbondo Mogok, Petugas Kelelahan Mendorong
Istri Lahuri, Masri mengaku trauma oleh adanya ledakan petasan dan balon udara tersebut. "ledakannya sangat kuat, hingga membuat rumah hancur. Saya kaget dan takut, karena getaran dan suaranya sangat keras," tuturnya.
Kejadian ledakan balon udara dan petasan ini terjadi Jumat (6/8/2021) pagi. Balon udara yang diterbangkan dengan api dan membawa petasan jatuh di jalan desa, lalu meledak hebat hingga merusak empat rumah warga serta gedung SMP Negeri 2 Kauman.
Baca juga: Anak-anak di Kota Madiun Jadi Yatim Piatu Akibat COVID-19, Wali Kota Turun Gunung
Satreskrim Polres Ponorogo, terus intensif menyelidiki kasus ini. Selain melakukan olah TKP, sejumlah saksi masih dimintai keterangan. Polisi juga masih memburu pelaku perbangan balon tersebut.
(eyt)
Lihat Juga :