Kisah Muh Rifa'i, Bocah Yatim yang Mengalami Infeksi Paru Itu Dibantu Korem 143/HO
Rabu, 04 Agustus 2021 - 05:08 WIB
loading...
A
A
A
"Tadi Danrem 143/HO, Brigjen TNI Jannie A Siahaan akan menyerahkan, tapi karena ada kegiatan yang tidak bisa ditunda maka beliau berhalangan hadir," ujar Sapta.
Sapta mengungkapkan bahwa di tengah pandemi COVID-19, Hartian yang telah ditinggal suaminya dengan tekun merawat anaknya, Rifa'i yang mengalami sakit sejak berusia 1,5 bulan.
"Video yang beredar di grup WhatsApp dari kawan-kawan wartawan tidak saja membuat kita iba, tapi juga menyadarkan kita semua bahwa masih ada di antara kita yang membutuhkan uluran tangan," tambahnya.
Atas bantuan yang diberikan jajaran Korem 143/HO, Sapta berharap dapat menggugah berbagai pihak untuk ikut serta membantu Rifa'i maupun anak-anak yang mengalami hal serupa.
"Tadinya akan kami arahkan ke RS Korem, namun ternyata di sana tidak ada dokter spesialis paru. Dengan bantuan pengobatan ini semoga bisa membantu Rifa'i berobat dan lekas sembuh," tandasnya.
Terpisah, Hartian, ibunda Muh Rifai jelaskan bahwa putranya telah menderita penyakit itu sejak dilahirkan dan saat ini setiap bernapas selalu mendengkur.
"Saat lahir sudah begini memang. Pernah dibawa di Puskesmas Puuwatu, RS Bhayangkara, Korem dan Bahteramas tapi belum ada yang bisa menangani," kata Hartian.
Kemudian, istri almarhum Muslan ini mengatakan bahwa dirinya ingin membawa sang anak untuk operasi
Sapta mengungkapkan bahwa di tengah pandemi COVID-19, Hartian yang telah ditinggal suaminya dengan tekun merawat anaknya, Rifa'i yang mengalami sakit sejak berusia 1,5 bulan.
"Video yang beredar di grup WhatsApp dari kawan-kawan wartawan tidak saja membuat kita iba, tapi juga menyadarkan kita semua bahwa masih ada di antara kita yang membutuhkan uluran tangan," tambahnya.
Atas bantuan yang diberikan jajaran Korem 143/HO, Sapta berharap dapat menggugah berbagai pihak untuk ikut serta membantu Rifa'i maupun anak-anak yang mengalami hal serupa.
"Tadinya akan kami arahkan ke RS Korem, namun ternyata di sana tidak ada dokter spesialis paru. Dengan bantuan pengobatan ini semoga bisa membantu Rifa'i berobat dan lekas sembuh," tandasnya.
Terpisah, Hartian, ibunda Muh Rifai jelaskan bahwa putranya telah menderita penyakit itu sejak dilahirkan dan saat ini setiap bernapas selalu mendengkur.
"Saat lahir sudah begini memang. Pernah dibawa di Puskesmas Puuwatu, RS Bhayangkara, Korem dan Bahteramas tapi belum ada yang bisa menangani," kata Hartian.
Kemudian, istri almarhum Muslan ini mengatakan bahwa dirinya ingin membawa sang anak untuk operasi
Lihat Juga :