Jakarta Terancam Tenggelam 10 Tahun Lagi, Pengamat: Hentikan Pengambilan Air Tanah
Senin, 02 Agustus 2021 - 13:49 WIB
loading...
A
A
A
"Menghentikan kebocoran pipa air baku (sekarang 30% bocor), dan mengoptimalkan sumber daya air alternatif, memanen air hujan, air 13 sungai yang melintas Jakarta, 109 situ atau danau, embung dan waduk, serta salinasi air laut pantai utara Jakarta," bebernya.
Baca juga: Joe Biden Prediksi Jakarta Bakal Tenggelam, Waketum MUI: Jangan Anggap Enteng seperti Corona
Nirwono juga menyarankan agar Gubernur DKI Anies Baswedan dan jajarannya fokus pada pembenahan 13 sungai utama, harmonisasi normalisasi-naturalisasi, antisipasi banjir kiriman, dengan merevitalisasi 109 situ atau danau, embung dan waduk, serta menambah 20 waduk baru.
Kemudian menambah RTH kota dari 9,9% menjadi 30% di tahun 2030 sebagai daerah resapan air alami. Rehabilitasi seluruh saluran air kota yang berfungsi hanya 33%.
"Pemprov DKI juga harus dapat antisipasi banjir lokal, restorasi kawasan pantai utara, merelokasi permukiman ke daratan sejauh 500 meter, membangun hutan mangrove bukan tanggul raksasa, menghentikan reklamasi untuk antisipasi banjir rob," tutupnya.
Baca juga: Joe Biden Prediksi Jakarta Bakal Tenggelam, Waketum MUI: Jangan Anggap Enteng seperti Corona
Nirwono juga menyarankan agar Gubernur DKI Anies Baswedan dan jajarannya fokus pada pembenahan 13 sungai utama, harmonisasi normalisasi-naturalisasi, antisipasi banjir kiriman, dengan merevitalisasi 109 situ atau danau, embung dan waduk, serta menambah 20 waduk baru.
Kemudian menambah RTH kota dari 9,9% menjadi 30% di tahun 2030 sebagai daerah resapan air alami. Rehabilitasi seluruh saluran air kota yang berfungsi hanya 33%.
"Pemprov DKI juga harus dapat antisipasi banjir lokal, restorasi kawasan pantai utara, merelokasi permukiman ke daratan sejauh 500 meter, membangun hutan mangrove bukan tanggul raksasa, menghentikan reklamasi untuk antisipasi banjir rob," tutupnya.
Lihat Juga :