Siap Dikritik, Ridwan Kamil Ajak Mahasiswa Kolaborasi Atasi Pandemi
Selasa, 27 Juli 2021 - 20:59 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesempatan itu, Emil juga menjawab persentrase vaksinasi di Jawa Barat yang masih rendah karena ketersediaan vaksin yang sedikit namun memiliki penduduk yang paling banyak.
"Kita harus tabayun kalau melihat angka-angka di media. (Vaksinasi) memang rendah, karena dikasihnya untuk 5 juta manusia. Kalau persentase, kami pasti kecil karena dibandingkannya dengan 50 juta manusia," ujarnya.
Ridwan Kamil mengajak mahasiswa untuk melakukan aksi nyata dalam membantu menangani pandemi ini seperti menjadi relawan. Terlebih, menurutnya persoalan kesehatan ini merupakan masalah bersama sehingga tidak bisa jika hanya mengandalkan pemerintah.
"Sambil kita kritisi, mau engga turun ke jalan jadi relawan, sambil membagikan sembako," ujarnya. Lebih lanjut, Emil pun mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi dalam mengatasi pandemi.
Sebagai contoh, Emil menyebut pihaknya memiliki anggaran untuk program bantuan sosial yang akan diberikan kepada masyarakat yang ekonominya rawan akibat PPKM.
"Kami punya anggaran, tidak semua bantuan sosial ini penerimanya yang terdaftar. Misal ada PKL yang berasal dari luar Jawa Barat. Boleh mahasiswa sambil kritisi, sambil demo pun enggak ada masalah. Tapi sambil membagikan sembako," ucapnya seraya mengibaratkan kolaborasi ini diperlukan untuk berperang melawan virus korona.
"Kita harus tabayun kalau melihat angka-angka di media. (Vaksinasi) memang rendah, karena dikasihnya untuk 5 juta manusia. Kalau persentase, kami pasti kecil karena dibandingkannya dengan 50 juta manusia," ujarnya.
Ridwan Kamil mengajak mahasiswa untuk melakukan aksi nyata dalam membantu menangani pandemi ini seperti menjadi relawan. Terlebih, menurutnya persoalan kesehatan ini merupakan masalah bersama sehingga tidak bisa jika hanya mengandalkan pemerintah.
"Sambil kita kritisi, mau engga turun ke jalan jadi relawan, sambil membagikan sembako," ujarnya. Lebih lanjut, Emil pun mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi dalam mengatasi pandemi.
Sebagai contoh, Emil menyebut pihaknya memiliki anggaran untuk program bantuan sosial yang akan diberikan kepada masyarakat yang ekonominya rawan akibat PPKM.
"Kami punya anggaran, tidak semua bantuan sosial ini penerimanya yang terdaftar. Misal ada PKL yang berasal dari luar Jawa Barat. Boleh mahasiswa sambil kritisi, sambil demo pun enggak ada masalah. Tapi sambil membagikan sembako," ucapnya seraya mengibaratkan kolaborasi ini diperlukan untuk berperang melawan virus korona.
Lihat Juga :