Plt Gubernur Sulsel Lantik 77 Pejabat Hasil Mutasi
Senin, 21 Juni 2021 - 16:03 WIB
loading...
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melantik pejabat, Senin (21/6/2021). Foto: Humas Pemprov Sulsel
A
A
A
MAKASSAR - Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melantik dan mengambil sumpah jabatan 77 ASN lingkup Pemprov Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (21/6/2021). Mereka yang dilantik 32 orang di antaranya dalam jabatan administrator (eselon III) dan 45 jabatan pengawas (eselon IV).
Pelantikan ini menjadi rotasi/mutasi jabatan pertama sejak Andi Sudirman Sulaiman menjabat sebagai Plt Gubernur Sulsel. Menurutnya, hal ini dilakukan dalam rangka pembenahan kinerja ASN. Dalam arahannya, dia mengingatkan agar pejabat yang dilantik bisa segera bekerja pada jabatan yang baru.
Baca juga:Plt Gubernur Sulsel Bahas Optimalisasi MNP Bareng Dirut PT Pelindo IV
"Kita ingin menempatkan orang-orang sesuai dengan tempat (keahlian) yang tepat," ucap Andi Sudirman dalam rilis yang diterima wartawan. Dia berharap, ASN bisa bekerja lebih baik, serta bekerja profesional dan maksimal, serta menjauhi praktik pungli.
"Saya ingin harus bekerja sebagai ASN dengan kepemimpinan berganti tetap jiwanya ASN. Mampu memperlihatkan loyalitas kepada pekerjaan dan bekerja dengan hati. Mari kita sama-sama untuk saling bersinergi, ini kerja tim yang kita bentuk untuk kemaslahatan masyarakat Sulawesi Selatan yang lebih baik," tegasnya.
Diapun menginstruksikan perceatan serapan anggaran. Di samping mempersiapkan perencanaan APBD Perubahan 2021 dan APBD Pokok 2022 yang diutamakan pada kepentingan masyarakat.
Baca juga:Hingga 29 Juni 2021, Sudah 780 Ribu Warga di Sulsel Divaksin Covid-19
"Belanja langsung dengan pembangunan untuk masyarakat harus diperkuat. Bagaimana kita sebagai tuan rumah (pemerintahan), harus melayani masyarakat. Tamu kita adalah masyarakat," tegasnya.
Andi Sudirman menambahkan, rotasi jabatan ini untuk penyegaran birokrasi. Usulan penempatan pejabat berdasarkan usulan dari kepala OPD. "Sistemnya bottom-up, dari bawah. Ada usulan dari kepala OPD dan ada proses analisis jabatan. Kita ingin mengejar target pulihkan keadaan, kontrol sistem kinerja rumah sakit, sistem pertanian kita masih harus link and match ada penyesuaian," paparnya.
Dengan mutasi jabatan ini, diharapkan dapat mendorong perbaikan kinerja OPD serta akselerasi serapan anggaran APBD. Salah satunya pada beberapa rumah sakit yang dikelola oleh Pemprov Sulsel, sebagai upaya perbaikan kinerja rumah sakit dengan tata kelola BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).
Baca juga:Sekprov Sulsel Terpilih Jadi Ketua Pemuda Panca Marga
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jausi mengemukakan, mutasi atau pergeseran jabatan sebuah hal biasa terjadi dalam pemerintahan. Menurutnya, ini sebagai upaya penyegaran dalam rangka optimalisasi kinerja pada OPD.
"Pelantikan ini telah memenuhi tahapan yang panjang. Dimana sebelumnya, bapak Plt Gubernur telah bersurat dan mendapat persetujuan dari Kemendagri. Mutasi ini memang untuk mengisi beberapa jabatan yang lowong, karena pejabatnya pensiun atau telah beralih ke jabatan fungsional," jelas Imran.
Pelantikan ini menjadi rotasi/mutasi jabatan pertama sejak Andi Sudirman Sulaiman menjabat sebagai Plt Gubernur Sulsel. Menurutnya, hal ini dilakukan dalam rangka pembenahan kinerja ASN. Dalam arahannya, dia mengingatkan agar pejabat yang dilantik bisa segera bekerja pada jabatan yang baru.
Baca juga:Plt Gubernur Sulsel Bahas Optimalisasi MNP Bareng Dirut PT Pelindo IV
"Kita ingin menempatkan orang-orang sesuai dengan tempat (keahlian) yang tepat," ucap Andi Sudirman dalam rilis yang diterima wartawan. Dia berharap, ASN bisa bekerja lebih baik, serta bekerja profesional dan maksimal, serta menjauhi praktik pungli.
"Saya ingin harus bekerja sebagai ASN dengan kepemimpinan berganti tetap jiwanya ASN. Mampu memperlihatkan loyalitas kepada pekerjaan dan bekerja dengan hati. Mari kita sama-sama untuk saling bersinergi, ini kerja tim yang kita bentuk untuk kemaslahatan masyarakat Sulawesi Selatan yang lebih baik," tegasnya.
Diapun menginstruksikan perceatan serapan anggaran. Di samping mempersiapkan perencanaan APBD Perubahan 2021 dan APBD Pokok 2022 yang diutamakan pada kepentingan masyarakat.
Baca juga:Hingga 29 Juni 2021, Sudah 780 Ribu Warga di Sulsel Divaksin Covid-19
"Belanja langsung dengan pembangunan untuk masyarakat harus diperkuat. Bagaimana kita sebagai tuan rumah (pemerintahan), harus melayani masyarakat. Tamu kita adalah masyarakat," tegasnya.
Andi Sudirman menambahkan, rotasi jabatan ini untuk penyegaran birokrasi. Usulan penempatan pejabat berdasarkan usulan dari kepala OPD. "Sistemnya bottom-up, dari bawah. Ada usulan dari kepala OPD dan ada proses analisis jabatan. Kita ingin mengejar target pulihkan keadaan, kontrol sistem kinerja rumah sakit, sistem pertanian kita masih harus link and match ada penyesuaian," paparnya.
Dengan mutasi jabatan ini, diharapkan dapat mendorong perbaikan kinerja OPD serta akselerasi serapan anggaran APBD. Salah satunya pada beberapa rumah sakit yang dikelola oleh Pemprov Sulsel, sebagai upaya perbaikan kinerja rumah sakit dengan tata kelola BLUD (Badan Layanan Umum Daerah).
Baca juga:Sekprov Sulsel Terpilih Jadi Ketua Pemuda Panca Marga
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Imran Jausi mengemukakan, mutasi atau pergeseran jabatan sebuah hal biasa terjadi dalam pemerintahan. Menurutnya, ini sebagai upaya penyegaran dalam rangka optimalisasi kinerja pada OPD.
"Pelantikan ini telah memenuhi tahapan yang panjang. Dimana sebelumnya, bapak Plt Gubernur telah bersurat dan mendapat persetujuan dari Kemendagri. Mutasi ini memang untuk mengisi beberapa jabatan yang lowong, karena pejabatnya pensiun atau telah beralih ke jabatan fungsional," jelas Imran.
(luq)
Lihat Juga :