Pelecehan Seksual Terhadap Anak di KBB Marak, Tahun Ini Ada 11 Kasus
Sabtu, 24 Juli 2021 - 04:30 WIB
loading...
Pelecehan seksual di Kabupaten Bandung Barat marak, tahun ini ada 11 kejadian.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG BARAT - Kasus pelecehan seksual terhadap anak masih mendominasi di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Hingga Juli 2021, tercatat ada 11 kasus kekerasan terhadap anak dengan rincian 9 pelecehan seksual dan 2 kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), KBB, Eriska Hendrayana mengatakan, 11 kasus kekerasan terhadap anak itu tersebar di delapan kecamatan.
"Kecamatan Parongpong paling banyak dengan tiga kasus, diikuti Lembang dua kasus. Sisanya masing-masing di Padalarang, Cililin, Cipongkor, Cipeundeuy, Cikandung dan Cisarua, satu kasus," sebutnya, Jumat (23/7/2021).
Baca juga: 4.000 Warga Karawang yang Isoman Dapat Bantuan Sembako, Wabup: Bentuk Kepedulian Pemkab
Pihaknya mengaku prihatin karena dari kasus pelecehan anak-anak itu, di antara pelakunya adalah anak-anak juga. Kondisi itulah, yang perlu menjadi perhatian orang tua untuk tidak melepaskan perhatian pada anak-anaknya. Terlebih di masa Pandemi COVID-19, anak anak usia sekolah dipastikan mengalami kejenuhan akibat sekolah daring.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), KBB, Eriska Hendrayana mengatakan, 11 kasus kekerasan terhadap anak itu tersebar di delapan kecamatan.
"Kecamatan Parongpong paling banyak dengan tiga kasus, diikuti Lembang dua kasus. Sisanya masing-masing di Padalarang, Cililin, Cipongkor, Cipeundeuy, Cikandung dan Cisarua, satu kasus," sebutnya, Jumat (23/7/2021).
Baca juga: 4.000 Warga Karawang yang Isoman Dapat Bantuan Sembako, Wabup: Bentuk Kepedulian Pemkab
Pihaknya mengaku prihatin karena dari kasus pelecehan anak-anak itu, di antara pelakunya adalah anak-anak juga. Kondisi itulah, yang perlu menjadi perhatian orang tua untuk tidak melepaskan perhatian pada anak-anaknya. Terlebih di masa Pandemi COVID-19, anak anak usia sekolah dipastikan mengalami kejenuhan akibat sekolah daring.
Lihat Juga :