Kota Bogor Bakal Kembali Terapkan Ganjil Genap, Ini Alasannya
Minggu, 18 Juli 2021 - 22:30 WIB
loading...
Ganjil genap di Kota Bogor. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
BOGOR - Satgas Covid-19 Kota Bogor melakukan rapat evaluasi terkait kebijakan PPKM Darurat . Ada beberapa langkah yang akan diambil salah satunya rencana menyiapkan kembali skema ganjil genap .
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kebijakan penyekatan selama PPKM Darurat ini banyak masyarakat yang mengaku ingin berbelanja kebutuhan pokok. Baca juga: PPKM Darurat, Kapolda Metro: Tidak Ada Gesekan di Jakarta
"Evaluasi kami selama 2 minggu melakukan operasi penyekatan terhadap esensial, non esensial kritikal memang ada beberapa penyampaian dari masyarakat yang harus kami akomodir, di antaranya adalah bagi masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan pokok, kebutuhan obat-obatan. Karena penyekatan kami biasanya para masyarakat sudah membawa surat. Kan mereka tidak bekerja hanya belanja," kata Susatyo di Balai Kota Bogor, Minggu (18/7/2021).
Terlebih, apabila nantinya bantuan sosial dari pemerintah sudah turun diprediksi terjadi kepadatan atau pergerakan masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan pokok. Sehingga, perlu dilakukan pembatasan selain penyekatan kendaraan.
"Terlebih nanti dalam penyekat akan turun data DTKS 77.500 orang akan menerima bantuan tunai.Ini juga akan berbelanja keluar sehingga kami mencoba memikirkan bagaimana teknisnya agar pada saat nanti masyarakat keluar rumah itu juga tidak berbarengan tetapi kami akomodir," bebernya.
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kebijakan penyekatan selama PPKM Darurat ini banyak masyarakat yang mengaku ingin berbelanja kebutuhan pokok. Baca juga: PPKM Darurat, Kapolda Metro: Tidak Ada Gesekan di Jakarta
"Evaluasi kami selama 2 minggu melakukan operasi penyekatan terhadap esensial, non esensial kritikal memang ada beberapa penyampaian dari masyarakat yang harus kami akomodir, di antaranya adalah bagi masyarakat yang ingin berbelanja kebutuhan pokok, kebutuhan obat-obatan. Karena penyekatan kami biasanya para masyarakat sudah membawa surat. Kan mereka tidak bekerja hanya belanja," kata Susatyo di Balai Kota Bogor, Minggu (18/7/2021).
Terlebih, apabila nantinya bantuan sosial dari pemerintah sudah turun diprediksi terjadi kepadatan atau pergerakan masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan pokok. Sehingga, perlu dilakukan pembatasan selain penyekatan kendaraan.
"Terlebih nanti dalam penyekat akan turun data DTKS 77.500 orang akan menerima bantuan tunai.Ini juga akan berbelanja keluar sehingga kami mencoba memikirkan bagaimana teknisnya agar pada saat nanti masyarakat keluar rumah itu juga tidak berbarengan tetapi kami akomodir," bebernya.
Lihat Juga :