Pemilik Kedai Kopi Pelanggar PPKM Darurat Bebas dari Penjara, Ini Pengakuannya

Minggu, 18 Juli 2021 - 11:32 WIB
loading...
Pemilik Kedai Kopi Pelanggar...
Asep Lutfi Suparman (23), penjual dan sekaligus pemilik kedai kopi look up, akhirnya bebas dan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan, Tasikmalaya Kelas II B, Minggu (18/7/2021) . iNews TV/Asep
A A A
TASIKMALAYA - Asep Lutfi Suparman (23), penjual dan sekaligus pemilik kedai kopi look up, akhirnya bebas dan keluar dari Lembaga Pemasyarakatan, Tasikmalaya Kelas II B, Minggu (18/7/2021) setelah menjalani hukuman penjara selama 3 hari.

Pemuda tersebut harus mendekam di Lapas Tasikmalaya setelah majelis hakim menjatuhkan vonis bersalah dan harus membayar denda Rp 5 juta atau subsider 3 hari kurungan, sesuai dengan perda Provinsi, Jawa Barat No 5 tahun 2021 perubahan Perda No 13 tahun 2018 tentang ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Karena merasa tidak punya uang dan tidak akan bisa membayar uang denda, Asep Lutfi akhirnya memilih untuk mejalani hukuman penjara selama 3 hari di Lapas Tasikmalaya. Kebebasan Asep Lutfi disambut oleh kedua orang tuanya, Agus Suparman dan Devi Yanti yang datang ke Lapas untuk menjemputnya.

Menurut Asep Lutfi, dirinya diperlakukan baik selama dalam penjara. "Awalnya saya merasa kaget karena tidak menyangka akan dimasukan ke dalam Lapas. Saya mengira akan disel di Polsek atau Polres," ujar Asep. Baca: Tak Terima Kepala Anaknya Diplontos, Orang Tua Pelanggar PPKM Darurat Datangi Lapas.

Asep mengaku, dirinya sempat dimasukan ke dalam sel tahanan disatukan dengan tahanan kasus keriminal lainnya, dan setelah itu dirinya dipindahkan ke sel tahanan kusus untuk isolasi.

"Selama di dalam Lapas saya tidak mendapatkan perlakuan kasar seperti di film film, dan saat itu saya diplontos mengikuti aturan di dalam lapas," pungkasnya. Baca Juga: Sebut Denda Terlalu Tinggi, Pemilik Kedai Kopi di Tasikmalaya Ini Pilih di Penjara.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Perubahan Nama...
Dukung Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, PAN: Aspirasi Masyarakat Harus Dihormati
Jawa Barat Tetapkan...
Jawa Barat Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
Rekomendasi
Uji BYD M6 DM di Tanjakan...
Uji BYD M6 DM di Tanjakan Berastagi: Bagaimana Konsumsi BBM-nya di Medan?
5 Efek Samping Kebanyakan...
5 Efek Samping Kebanyakan Makan Protein, Bisa Ganggu Ginjal hingga Jantung
Zainal Arifin Usul Ambang...
Zainal Arifin Usul Ambang Batas Parlemen Dihitung Pakai Basis Kemenangan Partai di Daerah
Berita Terkini
Bekasi Coastal Gravel...
Bekasi Coastal Gravel 2026 Suguhkan Sensasi Event Sepeda Gravel di Jalur Pesisir
KSOP Utama Tanjung Priok...
KSOP Utama Tanjung Priok Dukung Transformasi Green Port JICT
Karhutla Landa Sejumlah...
Karhutla Landa Sejumlah Wilayah di Pulau Jawa, 11,4 Hektare Lahan Terbakar
Wamendagri Buka Suara...
Wamendagri Buka Suara soal Sayembara KDM Tangkap Begal: Harus Tetap dalam Koridor Hukum
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas Kematian Sutrimo
Pemprov DKI Targetkan...
Pemprov DKI Targetkan Metode Open Dumping di TPST Bantargebang Berakhir 2029
Infografis
Waswas Perang Dunia...
Waswas Perang Dunia III, Ini Cara Bertahan dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved