Tiba Tiba Prabowo Minta Kampus Pelajari Strategi Perang, Ada Apa?
Minggu, 11 Juli 2021 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Prabowo Subianto menilai, isu perang sebagai salah satu kajian penting di perguruan tinggi relevan dengan situasi bangsa saat ini. Agar Indonesia menjadi negara yang kuat, maka diperlukan bangsa yang mau belajar dan memeriksa kondisi diri.
Sebaliknya, negara yang lemah disebabkan oleh bangsanya yang tidak mau belajar tentang bagaimana upaya merawat dan menjaga kekayaan yang dimiliki. Negara yang lemah akan berpotensi hancur oleh perang.
Apalagi, jelas Prabowo, perang saat ini lebih banyak pada perang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebelum peluru meletus, sudah terjadi perang intelektual, perang siber, hingga perang sensor.
Untuk itu, Prabowo memerlukan peran ilmuwan yang bisa memberikan teknologi yang mampu menjaga negara terhadap gangguan invasi dari luar. “Kalian (akademisi) adalah pemimpin intelektual. Tentara adalah phsycal power, tetapi kampus, universitas adalah intellectual power,” kata Prabowo Subianto.
Webinar ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Karo Humas Setjen Kemhan Marsma TNI Penny Radjenda, pengamat pertahanan dan militer Andi Wijayanto, Direktur PT Pindad Abraham Mose, pakar geopolitik Indonesia Dirgo D. Purbo, Kepala Sekretariat KKIP Laksamana Pertama TNI Sriyanto, Asisten Khusus Menhan Mayjen (Purn) Chairawan Nusjirwan, serta Dosen FEB Unpad Akuat Supriyanto, MBA.
Sebaliknya, negara yang lemah disebabkan oleh bangsanya yang tidak mau belajar tentang bagaimana upaya merawat dan menjaga kekayaan yang dimiliki. Negara yang lemah akan berpotensi hancur oleh perang.
Apalagi, jelas Prabowo, perang saat ini lebih banyak pada perang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebelum peluru meletus, sudah terjadi perang intelektual, perang siber, hingga perang sensor.
Untuk itu, Prabowo memerlukan peran ilmuwan yang bisa memberikan teknologi yang mampu menjaga negara terhadap gangguan invasi dari luar. “Kalian (akademisi) adalah pemimpin intelektual. Tentara adalah phsycal power, tetapi kampus, universitas adalah intellectual power,” kata Prabowo Subianto.
Webinar ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti. Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Karo Humas Setjen Kemhan Marsma TNI Penny Radjenda, pengamat pertahanan dan militer Andi Wijayanto, Direktur PT Pindad Abraham Mose, pakar geopolitik Indonesia Dirgo D. Purbo, Kepala Sekretariat KKIP Laksamana Pertama TNI Sriyanto, Asisten Khusus Menhan Mayjen (Purn) Chairawan Nusjirwan, serta Dosen FEB Unpad Akuat Supriyanto, MBA.
(msd)
Lihat Juga :