IPB Sediakan Asrama untuk Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Gejala Ringan
Selasa, 06 Juli 2021 - 02:05 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, saat ini IPB University juga memiliki cadangan asrama yang siap ditempati jika nanti diperlukan. IPB University telah menyiapkan Asrama A4 yang kapasitasnya lebih dari 200 bed. Jika masih kurang, maka Asrama Internasional Kembali akan digunakan, namun direncanakan untuk pasien yang memiliki gejala ringan sampai sedang.
“Harapannya nanti tidak digunakan karena pandemi dapat segera berakhir, tetapi kalau kondisinya adalah darurat, maka kemungkinan kita memerlukan itu,” pungkas Dr Drajat. (Baca juga; Tambah 562 Kasus COVID-19 Dalam Sehari, Bima Arya: Kota Bogor Darurat )
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dalam kesempatan kunjungan peninjauan lokasi Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) di kampus IPB Dramaga yang akan dijadikan tempat isolasi mandiri, Senin (5/7/2021) memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi IPB University yang telah berkomitmen membantu memutus rantai COVID-19. “Kita berharap, dengan upaya ini, penyebaran COVID-19 bisa kita tekan,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno menjelaskan, fasilitas di pusat isolasi ini disiapkan untuk pasien terkonfirmasi COVID-19 yang tidak bergejala sampai bergejala ringan, dengan catatan tidak memiliki penyakit komorbid. Dengan demikian, layanannya akan disesuaikan dengan kondisi pasien yang masih bisa berkegiatan secara mandiri.
“Harapannya nanti tidak digunakan karena pandemi dapat segera berakhir, tetapi kalau kondisinya adalah darurat, maka kemungkinan kita memerlukan itu,” pungkas Dr Drajat. (Baca juga; Tambah 562 Kasus COVID-19 Dalam Sehari, Bima Arya: Kota Bogor Darurat )
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dalam kesempatan kunjungan peninjauan lokasi Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) di kampus IPB Dramaga yang akan dijadikan tempat isolasi mandiri, Senin (5/7/2021) memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi IPB University yang telah berkomitmen membantu memutus rantai COVID-19. “Kita berharap, dengan upaya ini, penyebaran COVID-19 bisa kita tekan,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno menjelaskan, fasilitas di pusat isolasi ini disiapkan untuk pasien terkonfirmasi COVID-19 yang tidak bergejala sampai bergejala ringan, dengan catatan tidak memiliki penyakit komorbid. Dengan demikian, layanannya akan disesuaikan dengan kondisi pasien yang masih bisa berkegiatan secara mandiri.
(wib)
Lihat Juga :