Puluhan Warga Terpapar Covid-19 di Bekasi Meninggal saat Menjalani Isolasi Mandiri
Senin, 05 Juli 2021 - 14:19 WIB
loading...
A
A
A
”Salah satu wujud pro aktif masyarakat itu kan cerita langsung lewat WA, atau langsung ngomong, atau mereka cerita di sosial media,” ujar Koordinator Tim Lapor Data dan Analisi Data, Laporcovid19, Said Fariz Hibban, Senin (5/7/2021).
Total ada 47 kabupaten dan kota di Indonesia ditemukan pasien Covid-19 meninggal di luar RS. Berbagai kendala dialami oleh pasien. Pertama, keputusan pasien untuk tidak melaporkan gejala yang dialami. Dalam kondisi ini erat kaitannya dengan persepsi masyarakat terhadap warga yang terpapar Covid-19.
Baca juga: Jakarta Sibuk PPKM, Ormas dan Pemuda Saling Serang Rebutan Lahan Parkir di Bekasi
Di sisi lain, pasien menganggap gejala yang dialami masih tergolong ringan. Akhirnya, dia mengalami loncatan gejala, dari gejala ringan ke gejala berat secara singkat, dan kondisinya tidak siap. Kasus lain, Isoman yang dilakukan seorang diri oleh pasien menyebabkan tidak ada pengawasan secara langsung.
Selanjutnya, pasien kesulitan untuk berkomunikasi dengan Puskesmas saat kondisi kesehatan memburuk. Kasus tersebut wajar terjadi lantaran keterbatasan Sumber Daya Kesehatan (SDK) di Puskesmas, sementara ada pasien lain yang juga harus ditangani di suatu wilayah.
Total ada 47 kabupaten dan kota di Indonesia ditemukan pasien Covid-19 meninggal di luar RS. Berbagai kendala dialami oleh pasien. Pertama, keputusan pasien untuk tidak melaporkan gejala yang dialami. Dalam kondisi ini erat kaitannya dengan persepsi masyarakat terhadap warga yang terpapar Covid-19.
Baca juga: Jakarta Sibuk PPKM, Ormas dan Pemuda Saling Serang Rebutan Lahan Parkir di Bekasi
Di sisi lain, pasien menganggap gejala yang dialami masih tergolong ringan. Akhirnya, dia mengalami loncatan gejala, dari gejala ringan ke gejala berat secara singkat, dan kondisinya tidak siap. Kasus lain, Isoman yang dilakukan seorang diri oleh pasien menyebabkan tidak ada pengawasan secara langsung.
Selanjutnya, pasien kesulitan untuk berkomunikasi dengan Puskesmas saat kondisi kesehatan memburuk. Kasus tersebut wajar terjadi lantaran keterbatasan Sumber Daya Kesehatan (SDK) di Puskesmas, sementara ada pasien lain yang juga harus ditangani di suatu wilayah.
Lihat Juga :