Demi Keselamatan, Industri Pariwisata Jabar Wajib Patuhi PPKM Darurat

Jum'at, 02 Juli 2021 - 14:37 WIB
loading...
Demi Keselamatan, Industri...
Kadisparbud Jabar, Dedi Taufik saat meninjau langsung operasi penyekatan kendaraan di pos penyekatan Taman Wisata Grafika Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (15/5/2021). Foto/Istimewa
A A A
BANDUNG - Industri pariwisata dipastikan kembali terdampak menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai 3-20 Juli 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Dedi Taufik menyatakan, pihaknya menyikapi serius PPKM Darurat. Koordinasi dengan para pelaku pariwisata, termasuk pemerintah daerah pun segera dilakukan untuk mendukung kebijakan tersebut. Baca juga: Menparekraf Sandiaga Siapkan Program Wisata Berbasis Vaksinasi di Bali

Menurut Dedi, kebijakan PPKM Darurat yang dikeluarkan pemerintah pusat perlu ditopang oleh semua pihak, agar tujuan PPKM Darurat, yakni mengendalikan penularan COVID-19 sekaligus mengurangi angka keterisian rumah sakit dapat tercapai.

"Ini untuk keselamatan masyarakat, Pak Gubernur (Ridwan Kamil) juga menyampaikan urgensi ini. Tentu ada dampak bagi industri pariwisata, hal ini akan segera dikoordinasikan dengan pelaku industri dan dinas pariwisata di daerah untuk menyamakan visi," ujar Dedi di Bandung, Jumat (2/7/2021).

"Saya coba berkomunikasi dan mungkin nanti ada rapat khusus via Zoom menyikapi penutupan tempat pariwisata sebagai bagian dari kebijakan PPKM Darurat. Ini langkah yang harus bisa kita hadapi sambil mencari solusi bagi para pelaku industri pariwisata agar tetap siap ketika pariwisata dibuka kembali," lanjutnya. Baca juga: Angkat 2 Direksi dari Industri Pariwisata & Properti, MNC Land Kian Solid Garap Proyek Prestisius

Meski begitu, lanjut Dedi, promosi mengenai destinasi wisata masih bisa dilakukan secara virtual melalui video yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Disparbud Jabar pun, kata Dedi, diminta berpartisipasi memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia dengan mengirimkan konten video destinasi wisata dalam sebuah platform Rumah Digital Indonesia.

"Industri pariwisata akan tutup atau seperti apa nanti disesuaikan dengan aturan yang tertuang dalam PPKM Darurat. Tapi, promosi mengenai destinasi wisata tetap bisa berjalan," katanya.

Menteri Parekraf, Sandiaga Salahuddin Uno sendiri menyatakan, pihaknya mendukung penuh kebijakan PPKM Darurat dan menginstruksikan seluruh destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif ditutup sementara.

"Penanganan COVID-19 ini harus didukung secara totalitas. Jadi, kita satu komando. Sebagai kementerian yang membawahi 13 subsektor pariwisata dan 17 subsektor ekonomi kreatif, kami menginstruksikan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mematuhi PPKM Darurat," tegas dia.

Lewat penutupan sementara seluruh destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif, dirinya berharap, pemulihan kesehatan akan berjalan lebih baik. Sehingga, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai lokomotif ekonomi bisa kembali berperan aktif setelah COVID-19 lebih terkendali.

"Hal ini akan kita patuhi dan kami sudah memberikan seruan yang tegas kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melaksanakannya, tanpa terkecuali karena keselamatan dan kesehatan rakyat Indonesia adalah yang utama," katanya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Rekomendasi
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Venezuela Diguncang...
Venezuela Diguncang Gempa M7,2 Berturut-turut, Korban Tewas Diperkirakan Ribuan Orang
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Umumkan Darurat Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved