Anies Ungkap Vaksinasi yang Ada Belum Bisa Menahan Laju Kasus Corona
Sabtu, 26 Juni 2021 - 05:14 WIB
loading...
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggenjot vaksinasi Covid-19 (virus Corona) untuk masyarakat. Di tengah lonjakan kasus seperti sekarang ini. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggenjot vaksinasi Covid-19 (virus Corona) untuk masyarakat. Di tengah lonjakan kasus seperti sekarang ini, Ibu Kota justru mampu menyuntikkan vaksin kepada lebih dari 100 ribu orang per hari.
Baca juga: Kasus Corona Mengganas, Anies Imbau Sabtu-Minggu Jangan Bepergian
"Vaksin juga ditingkatkan, kita rata-rata di atas 100 ribu perhari, bahkan hari Rabu kemarin sempat 157 ribu satu hari. Jadi target kita secara angka terpenuhi, tapi ini semua masih belum menahan laju pertumbuhan kasus," kata Gubernur DKI Anies Baswedan melalui akun Instagramnya, Jumat 26 Juni 2021 malam.
Baca juga: Sebut Pandemi Gelombang Kedua, Anies: Jakarta Masih dalam Kondisi Baik
Anies berujar, positivity rate di Ibu Kota berada di atas 30 persen, padahal idealnya di bawah 5 persen. Lalu keterisian rumah sakit mencapai angka 90 persen, padahal idealnya di bawah 60 persen. Kemudian pemakaman dengan protap Covid-19 masih tinggi, peningkatan kasus pada anak-anak masih tinggi, dan menghadapi varian baru yang lebih cepat menular.
Baca juga: Kasus Corona Mengganas, Anies Imbau Sabtu-Minggu Jangan Bepergian
"Vaksin juga ditingkatkan, kita rata-rata di atas 100 ribu perhari, bahkan hari Rabu kemarin sempat 157 ribu satu hari. Jadi target kita secara angka terpenuhi, tapi ini semua masih belum menahan laju pertumbuhan kasus," kata Gubernur DKI Anies Baswedan melalui akun Instagramnya, Jumat 26 Juni 2021 malam.
Baca juga: Sebut Pandemi Gelombang Kedua, Anies: Jakarta Masih dalam Kondisi Baik
Anies berujar, positivity rate di Ibu Kota berada di atas 30 persen, padahal idealnya di bawah 5 persen. Lalu keterisian rumah sakit mencapai angka 90 persen, padahal idealnya di bawah 60 persen. Kemudian pemakaman dengan protap Covid-19 masih tinggi, peningkatan kasus pada anak-anak masih tinggi, dan menghadapi varian baru yang lebih cepat menular.
Lihat Juga :