COVID-19 Menggila di Tasikmalaya, Wagub Jabar Minta Opsi Lockdown Diterapkan
Jum'at, 25 Juni 2021 - 09:41 WIB
loading...
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengecek kondisi pandemi COVID-19 di wilayah Tasikmalaya. Foto/iNews TV/Asep Juhariyono
A
A
A
TASIKMALAYA - Tingginya kasus COVID-19 di wilayah Tasikmalaya, membuat tingkat keterisian rumah sakit mengalami peningkatan. Bahkan, sejumlah rumah sakit rujukan telah penuh dengan pasien-pasien COVID-19 .
Baca juga: Sehari Makamkan 11 Jenazah COVID-19, Petugas Pemakaman Punya Cara Ini Agar Tak Tumbang
Bukan hanya itu, angka kematian akibat COVID-19 di wilayah Tasikmalaya, juga tinggi. Kondisi ini menurut Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) Uu Ruzhanul Ulum, harus disikapi dengan cermat, salah satunya menerapkan opsi karantina wilayah atau lockdown.
"Wilayah Tasikmalaya, saat ini penambahan kasus dan jumlah pasien COVID-19 terus meningkat, dan bahkan banyak yang meninggal dunia. Dengan kondisi ini, saya meminta wilayah Tasikmalaya untuk menerapkan karantina wilayah atau lockdown," tuturnya.
Baca juga: Tak Ingin Berdamai, Proses Hukum Pengerebekan Istri dengan Pria Lain di Hotel Dilanjutkan
Saat berkunjung ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, orang nomor dua di Jabar ini mengaku, akan menyampaikan opsi penerapan karantina wilayah tersebut, langsung kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Dia menilai, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, seperti yang saat ini dilakukan, kurang efektif untuk mengurangi angka penyebaran COVID-19 . Pada saat penerapan lockdown nanti, pemerintah akan memasok bantuan sosial untuk warga yang terdampak.
Baca juga: Jumat Pagi Wedus Gembel Membuat Gempar, Meluncur Deras Sejauh 3 Km ke Arah Tenggara
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah keterisian rumah sakit di Jabar, termasuk di Tasikmalaya, terus mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan banyak rumah sakit rujukan yang penuh pasien COVID-19 .
Kebijakan untuk lockdown hanya bisa diterapkan oleh gubernur, maka dari itu Uu akan mengadakan rapat secepatnya dengan gubernur untuk membahasnya. Dia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan selalu menerapakan prokes.
Baca juga: Api Berkobar di Wajo, 1 Rumah Panggung Berisi Bahan Makanan Ludes
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, secara akumulatif terdapat 7.972 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 . Sebanyak 7.043 orang sudah dinyatakan sembuh, 728 orang masih menjalani isolasi, dan 201 orang meninggal dunia.
Baca juga: Sehari Makamkan 11 Jenazah COVID-19, Petugas Pemakaman Punya Cara Ini Agar Tak Tumbang
Bukan hanya itu, angka kematian akibat COVID-19 di wilayah Tasikmalaya, juga tinggi. Kondisi ini menurut Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) Uu Ruzhanul Ulum, harus disikapi dengan cermat, salah satunya menerapkan opsi karantina wilayah atau lockdown.
"Wilayah Tasikmalaya, saat ini penambahan kasus dan jumlah pasien COVID-19 terus meningkat, dan bahkan banyak yang meninggal dunia. Dengan kondisi ini, saya meminta wilayah Tasikmalaya untuk menerapkan karantina wilayah atau lockdown," tuturnya.
Baca juga: Tak Ingin Berdamai, Proses Hukum Pengerebekan Istri dengan Pria Lain di Hotel Dilanjutkan
Saat berkunjung ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, orang nomor dua di Jabar ini mengaku, akan menyampaikan opsi penerapan karantina wilayah tersebut, langsung kepada Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
Dia menilai, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, seperti yang saat ini dilakukan, kurang efektif untuk mengurangi angka penyebaran COVID-19 . Pada saat penerapan lockdown nanti, pemerintah akan memasok bantuan sosial untuk warga yang terdampak.
Baca juga: Jumat Pagi Wedus Gembel Membuat Gempar, Meluncur Deras Sejauh 3 Km ke Arah Tenggara
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah keterisian rumah sakit di Jabar, termasuk di Tasikmalaya, terus mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan banyak rumah sakit rujukan yang penuh pasien COVID-19 .
Kebijakan untuk lockdown hanya bisa diterapkan oleh gubernur, maka dari itu Uu akan mengadakan rapat secepatnya dengan gubernur untuk membahasnya. Dia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dan selalu menerapakan prokes.
Baca juga: Api Berkobar di Wajo, 1 Rumah Panggung Berisi Bahan Makanan Ludes
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, secara akumulatif terdapat 7.972 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 . Sebanyak 7.043 orang sudah dinyatakan sembuh, 728 orang masih menjalani isolasi, dan 201 orang meninggal dunia.
(eyt)
Lihat Juga :