2 Perusahaan Peserta Lelang Perumda Pasar Jaya Diduga Pakai Alamat Fiktif
Selasa, 26 Mei 2020 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Sementara PT. WSI terbilang cukup mencengangkan. Pasalnya, gedung kantor yang didaftarkan jadi peserta lelang di Perumda Pasar Jaya ternyata tempat kos, yang saat ini dihuni warga maupun pekerja yang ada dilingkungan sekitar.
Diketahuinya perusahaan yang merupakan tempat kos itu terlihat dari belakang gedung. Pasalnya, PT WSI yang beralamatkan di Jalan Kyai Caringin No 3, pada bagian depannya seperti gedung tak terpakai. Dimana gedung tak terurus itu pada bagian dindingnya sudah tumbuh tanaman.
Dikonfirmasi hal itu, Sari (49), salah seorang pedagang yang dekat tempat kos itu mengatakan, tak tahu jika bangunan nomor 3 itu merupakan sebuah kantor. "Orang sudah lama jadi tempat kos, kalau kantor malah saya enggak tahu," ujarnya.
Sari juga mengaku, sudah hampir dua tahun belakangan ini gedung yang ada itu dijadikan tempat kos. Penghuninya pun hampir setiap hari datang ke warungnya untuk makan karena lokasinya yang sangat dekat. "Kalau enggak ada tempat kos ini ya saya jualan enggak laku, soalnya kan ini banyak gedung kosongnya," tuturnya.
Dengan ditemukannya dua perusahaan dengan kantor bodong ini, terlihat praktik kecurangan bisa saja kembali lagi.
Diketahuinya perusahaan yang merupakan tempat kos itu terlihat dari belakang gedung. Pasalnya, PT WSI yang beralamatkan di Jalan Kyai Caringin No 3, pada bagian depannya seperti gedung tak terpakai. Dimana gedung tak terurus itu pada bagian dindingnya sudah tumbuh tanaman.
Dikonfirmasi hal itu, Sari (49), salah seorang pedagang yang dekat tempat kos itu mengatakan, tak tahu jika bangunan nomor 3 itu merupakan sebuah kantor. "Orang sudah lama jadi tempat kos, kalau kantor malah saya enggak tahu," ujarnya.
Sari juga mengaku, sudah hampir dua tahun belakangan ini gedung yang ada itu dijadikan tempat kos. Penghuninya pun hampir setiap hari datang ke warungnya untuk makan karena lokasinya yang sangat dekat. "Kalau enggak ada tempat kos ini ya saya jualan enggak laku, soalnya kan ini banyak gedung kosongnya," tuturnya.
Dengan ditemukannya dua perusahaan dengan kantor bodong ini, terlihat praktik kecurangan bisa saja kembali lagi.
(hab)
Lihat Juga :