Dewan Minta Bupati Luwu Timur Berikan Teguran ke PT SMS
Senin, 21 Juni 2021 - 14:36 WIB
loading...
Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian saat meninjau proyek jalan di Desa Batu Putih, Kecamatan Burau, Luwu Timur. Foto: SINDOnews/Fitra Budin
A
A
A
LUWU TIMUR - Anggota DPRD Luwu Timur , Alpian meminta Bupati Luwu Timur, Budiman Hakim memberikan teguran kepada PT Star Mitra Sulawesi (SMS).
Teguran itu terkait proyek jalan yang dikerjakan PT SMS di Desa Batu Putih, Kecamatan Burau. Dalam peninjauannya beberapa waktu lalu, Alpian menemukan kerusakan pada proyek yang baru selesai 6 bulan lalu tersebut.
Baca juga:Kecelakaan Tunggal di Wasuponda, Sopir Mobil Selamat
“Ada beberapa temuan dari proyek ini yang diduga dikerjakan asal-asalan sehingga mengalami kerusakan bahkan nyaris ambruk,” kata Alpian, baru-baru ini.
Maka dari itu, Alpian meminta Bupati Luwu Timur memberikan teguran kepada kontraktor agar dalam masa pelaksanaan pekerjaan memperhatikan kualitas pekerjaan.
“ Bupati harus memberikan peringatan atau warning kepada kontraktor pelaksana agar tidak asal kerjakan proyek,” kata Alpian.
Baca juga:Hari Kelima, Korban Kapal Terbalik di Danau Towuti Belum Ditemukan
“Dalih untung banyak dengan mengabaikan kualitas pekerjaan. Yang rugi masyarakat bila ini terus berlanjut seperti ini,” tambah Alpian.
Untuk diketahui, proyek tersebut menghabiskan anggaran APBD 2020 Rp1,2 miliar itu.
Teguran itu terkait proyek jalan yang dikerjakan PT SMS di Desa Batu Putih, Kecamatan Burau. Dalam peninjauannya beberapa waktu lalu, Alpian menemukan kerusakan pada proyek yang baru selesai 6 bulan lalu tersebut.
Baca juga:Kecelakaan Tunggal di Wasuponda, Sopir Mobil Selamat
“Ada beberapa temuan dari proyek ini yang diduga dikerjakan asal-asalan sehingga mengalami kerusakan bahkan nyaris ambruk,” kata Alpian, baru-baru ini.
Maka dari itu, Alpian meminta Bupati Luwu Timur memberikan teguran kepada kontraktor agar dalam masa pelaksanaan pekerjaan memperhatikan kualitas pekerjaan.
“ Bupati harus memberikan peringatan atau warning kepada kontraktor pelaksana agar tidak asal kerjakan proyek,” kata Alpian.
Baca juga:Hari Kelima, Korban Kapal Terbalik di Danau Towuti Belum Ditemukan
“Dalih untung banyak dengan mengabaikan kualitas pekerjaan. Yang rugi masyarakat bila ini terus berlanjut seperti ini,” tambah Alpian.
Untuk diketahui, proyek tersebut menghabiskan anggaran APBD 2020 Rp1,2 miliar itu.
(luq)
Lihat Juga :