PMI Banten Ajak Pemda Optimalkan Stok Darah
Senin, 21 Juni 2021 - 01:42 WIB
loading...
A
A
A
Kamis (17/6/2021) lalu, Tatu bersama pengurus PMI Banten meninjau UDD PMI Kota Tangerang. UDD terbesar di Banten ini telah meraih sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM RI.
"Sistem pengolahan darah di UDD Kota Tangerang ini sudah sesuai standar. Tidak semudah yang kita bayangkan, semua melalui proses sterilisasi dan pengujian dengan teknologi, sehingga darah yang dihasilkan, benar-benar aman diterima oleh yang membutuhkan," ujarnya.
Tatu juga mengajak para penyintas COVID-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen. "PMI Kota Tangerang juga terus menjalankan progran donor Plasma Konvalesen. Plasma ini dibutuhkan untuk menolong saudara kita yang sedang berjuang sembuh dari infeksi COVID-19," ujarnya. Baca juga: Kolaborasi Dua Komunitas Anak Muda di Madiun Sumbang Darah Buat PMI
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah mengaku terus berupaya melakukan pemenuhan stok darah, termasuk plasma konvalesen secara masif. Ia sependapat, butuh kebijakan pemda untuk mengatasi minimnya stok darah.
" Untuk mengatasi minimnya stok darah, kami lakukan berbagai program, tidak hanya bekerja sama dengan berbagai pihak, juga hingga door to door, mendatangi keluarga yang mau donor darah," ujarnya.
"Sistem pengolahan darah di UDD Kota Tangerang ini sudah sesuai standar. Tidak semudah yang kita bayangkan, semua melalui proses sterilisasi dan pengujian dengan teknologi, sehingga darah yang dihasilkan, benar-benar aman diterima oleh yang membutuhkan," ujarnya.
Tatu juga mengajak para penyintas COVID-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen. "PMI Kota Tangerang juga terus menjalankan progran donor Plasma Konvalesen. Plasma ini dibutuhkan untuk menolong saudara kita yang sedang berjuang sembuh dari infeksi COVID-19," ujarnya. Baca juga: Kolaborasi Dua Komunitas Anak Muda di Madiun Sumbang Darah Buat PMI
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah mengaku terus berupaya melakukan pemenuhan stok darah, termasuk plasma konvalesen secara masif. Ia sependapat, butuh kebijakan pemda untuk mengatasi minimnya stok darah.
" Untuk mengatasi minimnya stok darah, kami lakukan berbagai program, tidak hanya bekerja sama dengan berbagai pihak, juga hingga door to door, mendatangi keluarga yang mau donor darah," ujarnya.
(don)
Lihat Juga :