LPSK-Pemprov Sulteng Gagas Program Pemulihan bagi Korban Poso
Minggu, 20 Juni 2021 - 18:11 WIB
loading...
Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution menuturkan, dalam kunjungan kerjanya di Bumi Tadulako pada 15-18 Juni 2021, dirinya menyempatkan diri bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura. (Ist)
A
A
A
PALU - Tak butuh waktu lama bagi Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura untuk bekerja pascadilantik Presiden Jokowi di Istana Negara pada Rabu (16/5-2021). Selang dua hari, yang bersangkutan menerima Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution untuk membicarakan kerja sama antara kedua belah pihak, Jumat (18/5-2021).
Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution menuturkan, dalam kunjungan kerjanya di Bumi Tadulako pada 15-18 Juni 2021, dirinya menyempatkan diri bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura. Selain menyampaikan selamat atas pelantikan Rusdy sebagai gubernur lima tahun ke depan, ada beberapa hal penting lainnya yang diperbincangkan.
“Gubernur (Rusdy Mastura) memiliki beberapa agenda prioritas, antara lain pemulihan masyarakat pascagempa beberapa waktu lalu, dan mencari solusi bagi penanganan kasus-kasus kekerasan yang masih terjadi di Poso. Kita (LPSK) sendiri memiliki Terlindung di Sulawesi Tengah, termasuk mereka yang menjadi korban di Poso,” ungkap Nasution, Minggu (20/6-2021).
Menindaklanjuti perbincangan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, kata Nasution, selanjutnya akan diselenggarakan workshop untuk mendata apa saja kebutuhan daerah yang dapat disinergikan dengan kepentingan korban yang menjadi Terlindung LPSK. “Justru Gubernur yang menawarkan workshop guna mengetahui kebutuhan dan program kedua belah pihak untuk kemudian disinergikan,” ujar Nasution.
Menurut Nasution, gagasan Gubernur Sulawesi Tengah untuk lebih dulu menyelenggarakan semacam workshop, sangat baik. Hal ini mengingatkan akan pengalaman yang bersangkutan sebelumnya kala menjabat Wali Kota Palu dalam menyusun perwali yang berorientasi pada pemulihan korban yang didahului dengan kajian-kajian. “Dari workshop dan kajian-kajian itu, output-nya akan melahirkan MoU,” katanya.
Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution menuturkan, dalam kunjungan kerjanya di Bumi Tadulako pada 15-18 Juni 2021, dirinya menyempatkan diri bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura. Selain menyampaikan selamat atas pelantikan Rusdy sebagai gubernur lima tahun ke depan, ada beberapa hal penting lainnya yang diperbincangkan.
“Gubernur (Rusdy Mastura) memiliki beberapa agenda prioritas, antara lain pemulihan masyarakat pascagempa beberapa waktu lalu, dan mencari solusi bagi penanganan kasus-kasus kekerasan yang masih terjadi di Poso. Kita (LPSK) sendiri memiliki Terlindung di Sulawesi Tengah, termasuk mereka yang menjadi korban di Poso,” ungkap Nasution, Minggu (20/6-2021).
Menindaklanjuti perbincangan dengan Gubernur Sulawesi Tengah, kata Nasution, selanjutnya akan diselenggarakan workshop untuk mendata apa saja kebutuhan daerah yang dapat disinergikan dengan kepentingan korban yang menjadi Terlindung LPSK. “Justru Gubernur yang menawarkan workshop guna mengetahui kebutuhan dan program kedua belah pihak untuk kemudian disinergikan,” ujar Nasution.
Menurut Nasution, gagasan Gubernur Sulawesi Tengah untuk lebih dulu menyelenggarakan semacam workshop, sangat baik. Hal ini mengingatkan akan pengalaman yang bersangkutan sebelumnya kala menjabat Wali Kota Palu dalam menyusun perwali yang berorientasi pada pemulihan korban yang didahului dengan kajian-kajian. “Dari workshop dan kajian-kajian itu, output-nya akan melahirkan MoU,” katanya.
Lihat Juga :