Pesona Seni Budaya Nusa Tenggara Timur Pikat Diplomat dan Warga Canberra

Minggu, 20 Juni 2021 - 06:29 WIB
loading...
Pesona Seni Budaya Nusa...
Seni dan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) memikat para diplomat asing dan warga Australia saat event Indonesian Cultural Circle (ICC) di KBRI Canberra. Foto/KBRI Canberra
A A A
CANBERRA - Pesona seni dan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil memikat para diplomat asing dan warga di Canberra, Australia. Ketertarikan warga Australia ini muncul saat event Indonesian Cultural Circle (ICC) dengan tema “East Nusa Tenggara, a Balance of Culture and Nature” di Aula Balai Kartini, KBRI Canberra, Australia, Jumat (18/6/2021).

Baca juga: KBRI Canberra Dorong Peningkatan Perdagangan Lewat Dunia Pendidikan Australia

Kegiatan yang dilaksanakan KBRI Canberra bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) ini dihadiri oleh 100 tamu undangan yang terdiri dari para anggota ICC, yaitu para duta besar asing perempuan, para istri duta besar negara sahabat, diplomat perempuan, pengusaha, profesional, dan para sosialita yang bertempat tinggal di Ibu Kota Australia.

Baca juga: Ucok Sebut Jejak Istrinya Ada di Magetan, Penemunya Bakal Dikasih Rp150 Juta

Acara dibuka oleh Ketua DWP sekaligus Wakil Presiden Women’s International Club (WIC), Caecilia Legowo, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Vera Alatas selaku Ketua ICC.

Pesona Seni Budaya Nusa Tenggara Timur Pikat Diplomat dan Warga Canberra


ICC kali ini mempromosikan “Wonderful Indonesia” terutama kekayaan seni budaya, produk ekonomi kreatif dan pariwisata NTT yang memadukan keindahan alam dan budaya kepada sosialita dari Australia dan masyarakat internasional. Melalui kegiatan ini para tamu diharapkan mengenal lebih dekat kekayaan seni budaya NTT dan agar NTT masuk dalam daftar destinasi hadirin setelah pandemi COVID-19 berakhir.

Rangkaian acara ICC menampilkan presentasi interaktif tentang budaya dan pariwisata NTT oleh oleh diplomat muda, Fatimah Marilyn. Kemudian acara dilanjutkan dengan fashion show pakaian adat khas NTT, pertunjukan tari, pameran produk ekonomi kreatif Indonesia, dan ditutup dengan jamuan hidangan masakan NTT.

Dua tari yang ditampilkan yaitu Tari Bolelebo (tarian untuk menyambut tamu) dan tari Gemu Fa Mi Re (tari kreasi baru dari Maumere). Para tamu undangan secara antusias mengikuti gerakan tari Gemu Fa Mi Re.

Dalam acara ramah tamah, para tamu undangan saling bersosialisasi sambil menikmati kuliner NTT antara lain nasi rames ayam suwir, tumis buncis, kering kentang, dan bakwan jagung, ditambah rujak sumba dan keripik ubi.

Tak kalah menariknya, para tamu menikmati display produk ekspor Indonesia ke Australia berupa perhiasan, aksesoris, fashion, tekstil, dekorasi, produk ekonomi kreatif NTT seperti tenun, alat musik sasando, dan pameran foto destinasi wisata NTT.

Para tamu cukup terkesan dengan keunikan komodo, salah satu binatang purba yang hanya dapat ditemukan di pulau Komodo, NTT yang telah diakui PBB sebagai World Heritage di Nusa Tenggara Timur.

Larraine Nicholls, Presiden WIC mengaku terpesona dengan acara ICC KBRI Canberra. "Program yang luar biasa bagus penataannya," katanya. Lorraine. Sementara itu, Nicole Tucker salah satu undangan menyampaikan kesan positif. "Program hari ini sangat sukses seperti biasanya, kami mencintai orang Indonesia, budayanya, dan tentu saja makanan khasnya. Saya pikir saya harus memberi nilai 11/10, 1 poin ekstra karena itu sangat indah," ujarnya.

Sedangkan Ana Guterres dari Timor-Leste menyampaikan acara ICC ini fantastis dan memorable seperti biasanya. Kegiatan ICC ini merupakan kegiatan seri kedua pada tahun 2021. Pada seri sebelumnya ICC mempromosikan Provinsi Jawa Timur.

KBRI Canberra berharap dengan program ini para tamu undangan dapat memperdalam pengetahuan mengenai Indonesia, mencintai produk kreatif Indonesia dan berwisata ke Indonesia segera setelah kondisi pulih dari pandemi COVID-19.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
PNM Peduli Salurkan...
PNM Peduli Salurkan Bantuan Sosial kepada Guru Honorer SDK Wukur di NTT
Gempa M6,0 Guncang Timor...
Gempa M6,0 Guncang Timor Tengah Utara NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Komitmen Suli Beri Bantuan...
Komitmen Suli Beri Bantuan Seumur Hidup untuk Guru Honorer di Kupang NTT
Menteri PPPA Sebut Siswa...
Menteri PPPA Sebut Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Tak Punya Tempat Bercerita
Miss Indonesia Audrey...
Miss Indonesia Audrey Bianca Ungkap Perjuangan Perdana Jalankan Proyek BWAP di Luar Jawa
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Bukan Lagi Negara Adikuasa,...
Bukan Lagi Negara Adikuasa, 250 Diplomat AS Dipecat
Rekomendasi
Swiss Tembus Babak 32...
Swiss Tembus Babak 32 Besar sebagai Juara Grup B usai Tumbangkan Kanada
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved